RUU Perlindungan Ulama, Muhammadiyah: Harus Lindungi Semua Agama

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS 2019 di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS 2019 di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menyatakan setuju dengan wacana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan Rancangan Undang-Undang atau RUU Perlindungan Ulama, Tokoh Agama dan Simbol Agama. Namun, ia meminta agar UU itu mencakup semua pemuka agama, bukan cuma Islam.

    “Saya ingin seluruh agama dilindungi, supaya tidak menjadi pemicu konflik dan kekisruhan di masyarakat,” kata Dadang dihubungi, Senin, 18 November 2019.

    Usul penyusunan RUU Perlindungan Ulama merupakan salah satu rekomendasi Rapat Koordinasi Nasional PKS, Kamis-Sabtu, 14-16 November 2019. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan fraksi partainya di DPR akan mengusulkan rancangan UU ini masuk dalam Program Legislasi Nasional.

    Dadang mengatakan UU perlindungan terhadap tokoh dan simbol agama perlu ada supaya tak ada orang yang seenaknya melecehkan atau merendahkan simbol agama. “Supaya tidak seperti di negara liberal.”

    Ia meminta agar UU Perlindungan Agama itu dibuat secara serius dan berhati-hati. Dia menginginkan tidak ada pasal-pasal multitafsir yang berpotensi mengkriminalisasi seseorang. “Jangan sampai orang yang hanya salah ucap, menjadi bagian dari delik hukum, harus hati-hati.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.