Anak Yasonna, Yamitema Laoly, Penuhi Panggilan KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yasonna Laoly tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Yasonna Laoly tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaAnak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Yamitema T. Laoly memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap proyek di Medan pada Senin, 18 November 2019. Ia memilih tak bicara dan hanya melemparkan senyum kepada wartawan yang menunggunya di pelataran Gedung Merah Putih, Kuningan Jakarta.

    Tema—panggilan akrabnya--tiba pada pukul 10.00 WIB. Memakai kemeja biru, celana jeans biru dan sepatu sneakers, ia langsung masuk ke lobi Gedung KPK, dan mengisi buku tamu. Setelah beberapa menit duduk, ia langsung naik ke ruang pemeriksaan KPK.

    Juru bicara KPK, Febri Dianysah mengatakan Tema akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari. Isa menjadi tersangka pemberi suap terhadap Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. KPK menduga Isa memberikan sedikitnya Rp380 juta kepada Dzulmi, sejak dilantik pada Februari 2019. Sebagian uang itu dipakai untuk membayar membengkaknya biaya perjalanan dinas Dzulmi dan pejabat Pemkot Medan ke Jepang.

    Selain soal perjalanan dinas, KPK tengah menelusuri dugaan penerimaan lainnya, terkait proyek-proyek di Medan. Karenanya, KPK memeriksa sejumlah pengusaha di kota Medan. Salah satu yang diperiksa ialah pengusaha sekaligus anggota DPRD Sumatera Utara Akbar Himawan Buchari. Akbar bahkan sudah dicegah berpergian ke luar negeri dan rumahnya digeledah.

    Selain Akbar, Tema juga merupakan pengusaha yang ikut diperiksa dalam perkara ini. Tema adalah Direktur PT Kani Jaya Sentosa, perusahaan konstruksi yang beralamat di Medan. Menurut laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik Pemkot Medan, perusahaannya pernah mengerjakan proyek pembangunan drainase di Jalan Setia Budi, Kecamatan Sunggal, Medan. Selain itu, PT Kani Jaya juga tercatat mendapatkan proyek pembangunan embung utara Kwala Bekala di Kampus II Universitas Sumatera Utara.

    Yasonna mengakui anaknya memang punya usaha di Medan. Namun, kata dia, anaknya sudah lama tidak terlibat dalam urusan proyek di Medan. “Selama tiga tahun ini dalam urusan di Medan, dia enggak banyak terlibat,” kata Yasonna di Istana Negara, Senin, 11 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.