Surya Paloh Cerita Kedekatan dengan Megawati

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum partai NasDem Surya Paloh seusai menghadiri open house Idul Fitri di rumah Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Jakarta, 28 Juli 2014. Megawati selenggarakan open house pada Idul Fitri 1435 H yang dihadiri berbagai kalangan. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ketum partai NasDem Surya Paloh seusai menghadiri open house Idul Fitri di rumah Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Jakarta, 28 Juli 2014. Megawati selenggarakan open house pada Idul Fitri 1435 H yang dihadiri berbagai kalangan. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, JakartaKetua Umum Partai NasDem, Surya Paloh bercerita hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kini baik-baik saja.

    Menurut Paloh, masyarakat banyak yang tidak mengetahui bahwa ia punya hubungan kedekatan yang cukup panjang dan lama, hingga puluhan tahun dengan Megawati. Sehingga, dia menganggap wajar dinamika dalam hubungan itu.

    "Jangankan salaman, cubitan pun sudah terjadi beberapa kali dalam semangat pertemanan," ujar Surya Paloh seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 18-24 November 2019.

    Selain mengenal Mega secara pribadi, Paloh juga mengaku bahwa dirinya merupakan sahabat dari mendiang Taufiq Kiemas, suami Megawati.

    Ihwal viralnya video Megawati tidak menyalami Paloh saat pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat beberapa waktu lalu, bos Media Group itu enggan berspekulasi negatif. "Waktu itu saya berpikir, dia pasti gak ngeliat aja. Tapi memang kamera bicara berbeda. Interpretasi bermacam-macam," ujar dia.

    Paloh juga menampik bahwa hubungannya dengan PDIP menjadi renggang karena beredar isu bahwa kejaksaan pada era Muhammad Prasetyo menekan kader PDIP agar pindah partai.

    "Harus saya katakan, itu tidak ada. Itu terlalu salah. Bu Mega dekat, sama-sama ada kepentingan menjaga. Sekarang tanya sama Prasetyo, apa yang pernah saya campuri. Saya pernah enggak ke rumahnya? Pernah enggak ke kantornya? Pernah telepon apa sama dia?," ujar Paloh.

    Kabar keretakan Surya Paloh dengan Megawati ini menyeruak seiring pergantian Jaksa Agung. Paloh dikabarkan ingin mempertahankan H.M. Prasetyo sebagai Jaksa Agung. Belakangan, Presiden Joko Widodo menunjuk ST Burhanuddin sebagai kepala Korps Adhyaksa. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.