Burhanuddin Muhtadi: Basis Pemilih PPP Lari ke PKS

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan paparan pada rilis survey tentang Efek Kampanye dan Efek Jokowi: Elektabilitas Partai Jelang Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta (4/4). Data lembaga survey Indikator Politik Indonesia, penetapan Jokowi menjadi capres meningkatkan suara PDIP. ANTARA/Wahyu Putro

    Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan paparan pada rilis survey tentang Efek Kampanye dan Efek Jokowi: Elektabilitas Partai Jelang Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta (4/4). Data lembaga survey Indikator Politik Indonesia, penetapan Jokowi menjadi capres meningkatkan suara PDIP. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan basis pemilih PPP tak lari ke partai-partai nasionalis. "Tapi pindah ke partai Islam, terutama PKS di Pemilu 2019," kata dia menganalisis anjloknya suara PPP dalam Pemilu 2019 lalu di rumah mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Hamzah Haz, Jalan Patra Kuningan XV, Jakarta Selatan pada Ahad, 17 November 2019.

    PPP hanya memperoleh 4,52 persen di Pemilu 2019. Angka ini mepet dari ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Adapun perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat hanya 19 kursi, menurun dari Pemilu 2014 sebanyak 39 kursi.

    Selain ke PKS, kata Burhanuddin, ada pula pemilih PPP yang bergeser ke Partai Gerindra. Burhanuddin berujar data pun mencatat mayoritas pemilih PPP memang merupakan pendukung Prabowo Subianto.

    Menurut Burhanuddin, tren turunnya suara PPP ini terjadi bahkan sebelum mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy tersangkut kasus korupsi. Meski sudah lolos ambang batas parlemen Pemilu 2019, Burhanuddin mengatakan PPP harus berbenah menyongsong Pemilu 2024.

    Burhanuddin menjelaskan saat ini suara PPP turun di semua segmen pemilih. Dia pun membeberkan beberapa cara agar PPP bisa menaikkan suaranya. Cara paling mudah, kata dia, ialah kembali menggarap serius segmen pemilih lamanya.

    "Cara paling mudah adalah membidik segmen pemilih yang pernah memilih PPP dulu, sebelum punya keinginan menggarap kelompok milenial misalnya," kata dia.

    Selain itu, Burhanuddin menyebut PPP juga menghadapi tantangan apakah tetap menjadi partai Islam atau bergerak ke tengah. Jika bergerak ke tengah, konsekuensinya ialah perlu kekuatan finansial yang besar serta branding ulang.

    Berikutnya, Burhanuddin menyarankan PPP menghadirkan calon legislator yang populer. Dia menuturkan bahwa pemilih caleg di pemilu lebih tinggi ketimbang pemilih partai.

    "Mohon maaf sekali, caleg PPP umumnya kurang populer dibanding caleg lain," kata Burhanuddin.

    Acara di rumah Hamzah Haz ini dihadiri oleh puluhan politikus PPP. Mereka datang setelah digalang oleh politikus senior PPP asal Jawa Tengah, Ahmad Muqowam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.