Kompolnas: Imbauan Kapolri Adalah Reformasi Kultur Polisi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan amanat saat memimpin upacara Pengukuhan Kenaikan Tipologi  di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat, 15 November 2019. Tipologi Polda Sulteng dari tipe B sejak 1995 ditingkatkan menjadi tipe A untuk menunjang beban kerja, penguatan kapasitas organisasi, peningkatan dukungan sumber daya dan personel. ANTARA

    Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan amanat saat memimpin upacara Pengukuhan Kenaikan Tipologi di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat, 15 November 2019. Tipologi Polda Sulteng dari tipe B sejak 1995 ditingkatkan menjadi tipe A untuk menunjang beban kerja, penguatan kapasitas organisasi, peningkatan dukungan sumber daya dan personel. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Pungki Indarti berpendapat, imbauan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk tidak memamerkan gaya hidup mewah merupakan upaya melanjutkan reformasi kultur.

    Pungki mengatakan, sejak dipisahkannya TNI dan Polri pada 2000, kepolisian memang fokus pada tiga hal yakni reformasi struktur, reformasi instrumen, dan reformasi kultur. Di mana reformasi kultur ini bertujuan untuk mengubah watak dan perilaku anggota Polri agar menjadi lebih baik.

    "Termasuk di antaranya meningkatkan profesionalitas, menjadikan anggota Polri lebih humanis, tidak melakukan kekerasan yang berlebihan, tidak arogan, dan tidak bergaya hidup mewah," ujar Pungki saat dihubungi, Ahad, 17 November 2019.

    Pungki pun menilai, aturan ini tak hanya harus diterapkan oleh anggota saja, tetapi juga sampai ke keluarga anggota. Sebab, Polri adalah institusi negara yang banyak bersentuhan dengan masyarakat. Sehingga, kata dia, diharapkan anggota dapat menunjukkan sikap hidup sederhana dan tidak berjarak dengan masyarakat.

    "Divisi Profesi dan Pengamanan Polri wajib mengawasi jika ada yang bergaya hidup mewah, harus segera diperiksa. Jangan-jangan kepemilikan barang mewah atau gaya hidup mewah diperoleh dari cara-cara yang bertentangan dengan hukum," ujar Pungki.

    Perintah Kapolri tersebut dituangkan secara resmi dalam Surat Telegram Rahasia (TR) Nomor ST/30/XI/HUM 3.4/2019/DIVPROPAM tanggal 15 November 2019. Dalam TR tersebut setidaknya ada tujuh poin yang diserukan kepada seluruh anggota Polri.

    Di mana inti TR tersebut adalah anggota Polri tidak menunjukkan dan memakai atau memamerkan barang mewah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik.

    Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menjelaskan bahwa perintah tersebut berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Kepolisian, Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian, dan Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2017 tentang Kepemilikan Barang yang Tergolong Mewah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.