Gubernur Jabar Ajak Ulama Bandung Barat Ikut English for Ulama

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melaksanakan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baiturrohman, Kab. Bandung Barat, Minggu , 17 Nopember 2019. (Foto: Dudi/Humas Jabar).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melaksanakan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baiturrohman, Kab. Bandung Barat, Minggu , 17 Nopember 2019. (Foto: Dudi/Humas Jabar).

    INFO JABAR — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengajak para ulama di Kabupaten Bandung Barat untuk ambil bagian dalam program English for Ulama yang akan kembali dilaksanakan tahun depan.
     
    Menurut gubernur, beberapa negara menyatakan minatnya atas program tersebut. "Amerika dan Polandia juga mau, bahkan duta besarnya sudah menghubungi saya," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil, dalam Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baiturrohman, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 17 November 2019.
     
    "Kalau seluruh dunia meminta berarti target membawa pesan perdamaian dunia berhasil," ujar Emil.
     
    Dalam kesempatan tersebut Emil bercerita, lima ulama asal Jabar yang tergabung dalam program English for Ulama belum lama ini sukses menjalani misinya berdakwah  di lima kota Eropa (London, Bristol, Glasgow, Manchester dan Birmingham).
     
    "Mereka diminta dialog dengan Wali Kota, diundang oleh DPR Inggris, ini melebihi target," katanya.
     
    Emil menambahkan, sejak tiba di London pada Senin, 4 November 2019, lima ulama asal Jabar, yakni Wifni Yusifa, Ridwan Subagya, Ihya Ulumudin, Safitra, dan Hasan Al-Banna, menerima undangan, baik dari kepala daerah, anggota parlemen, pihak kepolisian, dan komunitas keagamaan, untuk menjadi pembicara atau berdiskusi tentang Keislaman.
     
    Ridwan, misalnya, langsung menemui DKM Masjid Jami Auston, Afzal Shah. Setelah itu, dia bertemu dengan salah satu politisi dan komunitas muslim Bristol. Kepala kepolisian Bristol pun hadir dalam pertemuan tersebut. Sedangkan, Hasan menjadi salah satu pembicara dalam Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue atau dialog antaragama yang berlangsung di Grays, Thurrock, sekitar 30 km di timur London.
     
    Selain Hasan, dialog yang dihelat Thurrock Labour Party (Partai Buruh Thurrock) tersebut dihadiri anggota majelis Qaisar Abbas dan John Kent, Imam Grays Mosque Salim Rahman dan Abdul Rashid, juga Pendeta David Peterson (St. Clements Church) dan Matt Drummond (St. Stephens Church).
     
    "Orang Inggris suka ceramahnya dan diminta datang lagi bulan ramadan dan menjadi khatib salat Jumat," ucap Emil.
     
    Emil memastikan program tersebut akan dilanjutkan tahun depan dan mengajak para ulama di Bandung Barat untuk ambil bagian. Ia juga berpesan agar ulama dan santri menguasai bahasa Inggris dan Arab. "Santri zaman sekarang harus paham empat bahasa yaitu Indonesia, Sunda, Arab, dan Inggris, agar bisa berdakwah di luar negeri," ujarnya. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.