Sampoerna Raih Penghargaan Pajak

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pajak PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Eulis Eliyani meraih penghargaan The Most Tax Friendly Corporate dalam ajang TEMPO Country Contributor Award 2019 yang diselenggarakan oleh TEMPO Group, pada Jumat, 15 November 2019.

    Kepala Pajak PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Eulis Eliyani meraih penghargaan The Most Tax Friendly Corporate dalam ajang TEMPO Country Contributor Award 2019 yang diselenggarakan oleh TEMPO Group, pada Jumat, 15 November 2019.

    INFO NASIONAL — Kepala Pajak PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), Eulis Eliyani, meraih penghargaan The Most Tax Friendly Corporate dalam ajang TEMPO Country Contributor Award 2019 yang diselenggarakan oleh TEMPO Group, pada Jumat, 15 November 2019.

    Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, merupakan apresiasi bagi perusahaan yang dinilai paling berkontribusi di sektor perpajakan. Apresiasi diberikan khusus bagi perusahaan go-public atas upaya transparansi dan akuntabilitasnya. 

    Secara terpisah, Direktur Hubungan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita, mengatakan bahwa Sampoerna menilai penghargaan ini merupakan pengakuan penting bagi perusahaan.

    “Kami berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Sampoerna atas kontribusi perusahaan terhadap perpajakan sebagai sumber pendapatan utama negara,” ujar Elvira.

    Jumlah pajak dan cukai senilai lebih dari Rp 70 trilliun yang dibayarkan pada tahun 2018 menjadi bukti Sampoerna selalu mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan kegiatan usaha.

    Sampoerna berharap penghargaan di sektor perpajakan ini dapat menjadi inspirasi bagi wajib pajak lainnya untuk patuh dan berkontribusi membangun Indonesia melalui pajak. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.