Polri Diminta Tingkatkan Kemampuan Teknis Cegah Serangan Teroris

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian bersama Kapolri baru Jenderal Idham Aziz menaiki mobil sambil melakukan pengecekan pasukan sebelum digelarnya upacara serah terima jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di lapangan Mako Brimob Polri, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian bersama Kapolri baru Jenderal Idham Aziz menaiki mobil sambil melakukan pengecekan pasukan sebelum digelarnya upacara serah terima jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di lapangan Mako Brimob Polri, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, menilai Polri harus konsisten menjalankan standard operating procedure (SOP) keamanan di seluruh markas.

    Harits berpendapat, perlu adanya penataan ruang dalam markas kepolisian yang memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan dari ancaman teroris yang tidak terduga. "Tapi di sisi lain, harus tetap ada kelonggaran bagi publik yang punya kepentingan dengan aparat kepolisian," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 16 November 2019.

    Sebagaimana diketahui, Markas Polisi Resor Kota Medan (Polrestabes) Medan diserang pada 13 November 2019. Seseorang dengan mengenakan jaket ojek online melakukan bom bunuh diri sekitar pukul 08.45 WIB usai apel pagi. Akibatnya, enam orang mengalami luka.

    Serangan di Markas Polrestabes Medan merupakan kali keempat dalam dua tahun belakangan. Sebelumnya, Markas Kepolisian Daerah Surabaya, Markas Kepolisian Daerah Riau, dan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, juga menjadi sasaran penyerangan teroris.

    Menurut Harits, kepolisian bisa menambah jumlah kamera pengawas di semua sudut guna memudahkan pengumpulan data visual untuk membaca segala kemungkinan.

    "Selain itu, secara internal perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama kemampuan taktis menghadapi sikon di luar dugaan, dan kemampuan mengidentifikasi sumber ancaman faktual di lapangan," ucap Harits.

    Lebih lanjut, fungsi intelijen pun perlu dimaksimalkan agar kemampuan deteksi dini berjalan baik dan bisa memberikan early warning untuk lingkungan internal kepolisian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.