Densus 88 Tembak Mati 2 Terduga Teroris, 1 Melarikan Diri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Polisi melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di rumah terduga Teroris di Desa Waringinrejo, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Rabu 16 Okotber 2019. Di kawasan tersebut Densus 88 Antiteror menggeledah dua rumah terduga teroris dan menyita sejumlah dokumen dan buku diduga terkait radikalisme. ANTARA FOTO/Ardi Kuncoro

    Petugas Polisi melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di rumah terduga Teroris di Desa Waringinrejo, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Rabu 16 Okotber 2019. Di kawasan tersebut Densus 88 Antiteror menggeledah dua rumah terduga teroris dan menyita sejumlah dokumen dan buku diduga terkait radikalisme. ANTARA FOTO/Ardi Kuncoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menembak mati dua orang terduga teroris di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dua terduga teroris itu terlibat baku tembak dengan anggota Densus 88 pada Sabtu, 16 November 2019 sekitar pukul 11.30 WIB.

    "Iya, benar. Dua orang tersangka teroris mati tertembak dan satu orang melarikan diri," kata Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Agus Andrianto saat dihubungi, Sabtu, 16 November 2019. 

    Sementara itu, satu anggota Densus 88 tertembak di bagian paha dan sudah dilarikan ke puskesmas setempat. Agus mengatakan pengejaran terduga teroris terus dilakukan hingga ke luar daerah Sumatera Utara.

    "Beberapa lokasi sudah dilakukan penggeledahan untuk memberikan keamanan kepada masyarakat. Yang dari Aceh juga kami kejar, sudah tiga orang yang kami tangkap Aceh," ujar Agus.

    Pengejaran terduga teroris ini merupakan pengembangan dari kasus bom bunuh diri yang dilakukan Rabial Muslim Nasution di Markas Polisi Resor Kota Medan (Polrestabes) Medan diserang pada 13 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.