Golkar Aceh Selatan Menolak Jika Diminta Aklamasi di Munas

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kubu pendukung Bambang Soesatyo menggelar konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat, 15 November 2019 menyikapi hasil Rapimnas Partai Golkar yang digelar pada Kamis, 14 November kemarin. TEMPO/Putri.

    Kubu pendukung Bambang Soesatyo menggelar konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat, 15 November 2019 menyikapi hasil Rapimnas Partai Golkar yang digelar pada Kamis, 14 November kemarin. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai  Golkar Aceh Selatan Teuku Mudasir mengaku telah berkomunikasi dengan 23 DPD tingkat II Aceh ihwal pelaksanaan musyawarah nasional awal Desember mendatang. Menurut Mudasir, para koleganya itu menolak terjadinya aklamasi pemilihan ketua umum partai berlambang pohon beringin itu di munas.

    "Sudah saya datangi dan komunikasi. Kawan-kawan berkehendak supaya tidak aklamasi, artinya harus dibuka ruang untuk demokrasi," kata Mudasir dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat, 15 November 2019.

    Menurut Mudasir, para pengurus di daerah ingin melihat kader-kader Golkar yang akan maju sebagai calon ketua umum. Dia mengetahui hingga saat ini ada empat nama yang akan maju, yakni Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisjam, dan Indra Bambang Utoyo.

    Mudasir mengatakan dia dan kawan-kawan ingin mendengar visi-misi para bakal calon itu untuk membesarkan Golkar. Dia pun mendesak DPP Partai Golkar untuk tidak mengarahkan terjadinya aklamasi, tetapi membuka ruang penjaringan dan pendaftaran untuk para bakal calon. "Kami di daerah tidak ingin ada aklamasi karena ada kader-kader terbaik yang kami dengar akan tampil," ujarnya.

    Kubu Airlangga Hartarto dianggap ingin membuat pemilihan ketua umum Golkar secara aklamasi. Cara ini diprotes keras oleh kubu Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Loyalis Bamsoet, Andi Sinulingga, mengatakan Airlangga semestinya memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum. Tahapan pencalonan ketua umum harus dibuka sesuai dengan yang diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

    "Kami ingin ada penjaringan bakal calon dan dibuka. Kalau tidak ada yang mendaftarkan diri, selesai, aklamasi bukan hal yang tabu. Tapi kalau ada yang daftar kenapa ditutup," kata Andi di lokasi yang sama.

    Menurut Andi, kondisi saat ini pun tidak memungkinkan terjadinya aklamasi sebab ada calon lain yang berniat maju di munas Golkar. Selain itu, dia menilai tak semua DPD solid mendukung Airlangga. Andi mengklaim ada 383 DPD yang mendukung Bamsoet. "Artinya bahwa menuju aklamasi itu jauh dari harapan dan keinginan Pak Airlangga, karena sudah pasti ada calon lain," ujarnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.