Munas Golkar, Bambang Soesatyo Yakin Raih Suara dari DPD II

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (dua di tengah) bersalaman di acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Golkar, Hotel Ritz-Carlton, Jakarta pada Kamis, 14 November 2019.

    Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (dua di tengah) bersalaman di acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Golkar, Hotel Ritz-Carlton, Jakarta pada Kamis, 14 November 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo belum menyerah untuk maju di Musyawarah Nasional atau Munas Golkar, Desember 2019. Kendati mayoritas Dewan Pimpinan Daerah tingkat I mendukung Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo mengatakan masih ada 514 DPD II yang belum didengar suaranya.

    "Jalan masih panjang. Rapimnas hanya mewakili 34 suara, masih ada 514 suara dewan pimpinan daerah tingkat II," kata Bambang, Jumat, 15 November 2019.

    Dalam acara Rapimnas Golkar yang digelar kemarin, Kamis, 14 November 2019, setidaknya 29 DPD I menyatakan mendukung Airlangga Hartarto. Tapi menurut Bambang, DPD I bisa jadi hanya mengklaim saja. Dia juga mengatakan masih ada kemungkinan suara DPD II berbeda dengan DPD I.

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mencontohkan momen yang sama pernah terjadi saat Munas Golkar 2014 dengan calon ketua umum Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla." Akbar Tanjung yang semula didukung penuh 34 DPD I tapi begitu munas yang sesungguhnya, tumbang dengan suara 514 DPD II yang mendukung Jusuf Kalla,” kata Bambang.

    Loyalis Airlangga, Ace Hasan Syadzily yakin suara DPD I merepresentasikan DPD II. Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Golkar ini pun mengatakan adanya peluang terjadi aklamasi di Munas Golkar nanti. "Dukungan DPD provinsi itu merepresentasikan kekuatan di tingkat DPD tingkat kabupaten/kota," kata Ace kepada Tempo, Jumat, 15 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.