Mardani Sebut Ada 2 Partai Akan Sambangi PKS

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kader PKS mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS tahun 2019 di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Sejumlah kader PKS mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS tahun 2019 di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melanjutkan langkah politiknya bertemu dengan partai-partai lain. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan akan ada dua partai yang menyambangi PKS dalam waktu dekat. Selain itu, dia berujar PKS juga akan mengunjungi dua partai lainnya.

    "Ada dua partai yang akan datang ke kami lagi dan ada dua partai yang akan kami kunjungi," kata Mardani di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 4 November 2019.

    Namun Mardani enggan membocorkan partai mana yang dia maksud. Dia mempersilakan hal itu ditanyakan ke Presiden PKS Sohibul Iman. "Nantilah Pak Sohibul Iman akan sampaikan di forum, jangan saya," kata dia.

    Sohibul Iman pun enggan membocorkan partai mana yang akan bertemu PKS. Namun dia membenarkan salah satu partai akan berkunjung pada Rabu pekan depan, 20 November 2019. Sohibul tak menjawab apakah partai-partai itu merupakan partai yang lolos ke parlemen atau tidak.

    "Saya enggak mau ngasih tahu, nanti dulu aja," kata Sohibul secara terpisah di lokasi yang sama.

    PKS sebelumnya menerima kunjungan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan jajarannya di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan pada Rabu, 30 Oktober 2029. Usai bertemu Sohibul dan Surya Paloh mengekspresikan kedekatannya dengan berangkulan.

    Pertemuan dan rangkulan itu pun memunculkan spekulasi dari pelbagai pihak bahwa PKS dan Nasdem sedang membangun poros baru untuk mengimbangi dominasi partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang dimotori Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.