Peneliti: Ahok Biasa Lawan Mafia, Pas Jadi Bos PLN atau Pertamina

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Imam Sukamto

    Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Alpha Research Database Ferdy Hasiman menilai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok cocok mengisi posisi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) atau PT Pertamina (Persero).

    Seperti diketahui, hingga saat ini posisi Dirut PLN masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sripeni Inten Cahyani, setelah Sofyan Basir tersangkut kasus PLTU Riau-I. Dalam pengadilan tingkat pertama, Sofyan Basir dinyatakan tak bersalah. KPK akan mengajukan kasasi atas vonis itu.

    Sementara, jabatan teratas PT Pertamina (Persero) juga dikabarkan bakal mengalami perombakan.

    Dua perusahaan ini dinilai memiliki tantangan besar, baik dari sisi finansial maupun tata kelola korporasi. Dua korporasi ini juga ditengarai menjadi sarang mafia mulai dari mafia migas sampai mafia proyek. "Di DKI Jakarta, Ahok sudah biasa berhadapan dengan mafia mulai dari korporasi, birokrat nakal dan politisi yang memanipulasi APBD," ujar Ferdy lewat keterangan tertulis pada Kamis, 14 November 2019.

    Menurut Ferdy, Ahok dibutuhkan di PLN untuk memperbaiki kinerja keuangan PLN yang memiliki rasio utang cukup tinggi serta memperbaiki citra perusahaan pelat merah itu. 

    Selain PLN, ujar Ferdy, Ahok juga dinilai cocok duduk menjadi bos Pertamina dan diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak nasional dengan cara mencari lapangan-lapangan migas baru dan melakukan ekspansi pembelian blok-blok migas ke luar negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.