Jawa Barat Bangun Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil saat menerima Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama jajarannya di Gedung Pakuan, Bandung pada Rabu,14 Agustsu 2019

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menerima Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama jajarannya di Gedung Pakuan, Bandung pada Rabu,14 Agustsu 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Fasilitas di rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan ditambah kolam renang.

    Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Jawa Barat Iip Hidajat, membenarkan adanya penambahan fasilitas kolam renang di rumah dinas yang dikenal sebagai Gedung Negara Pakuan itu.

    “Dari setiap gubernur, ada saja pengembangannya. Ini termasuk pemeliharaan rutin, jadi pemeliharaan dan penataan rutin pada rumah dinas,” kata dia di Bandung, Kamis, 14 November 2019.

    Iip mengatakan, penambahan fasilitas untuk Rumah Dinas Gubernur, diklaimnya nyaris dilakukan di setiap masa gubernur baru di Jawa Barat. Sebelumnya di zaman Ahmad Heryawan yang menempati rumah dinas Gedung Pakuan, juga ada penambahan fasilitas. “Ada fasilitas olahraga dari zaman Pak Aher (Ahmad Heryawan) dulu, ada,” kata dia.

    Iip mengatakan, sejumlah fasilitas olahraga sudah tersedia di Gedung Pakuan, di halaman belakang, di antaranya lapangan tenis indoor. Kali ini penambahan fasilitas itu berupa kolam renang yang akan dibangun di halaman belakang kompleks Gedung Negara Pakuan. “Ukurannya kecil. Cukup untuk (berenang) bolak-balik lurus,” kata dia.

    Pemerintah Jawa Barat menganggarkan untuk Revitalisasi Halaman Belakang Gedung Pakuan ini dalam pagu anggaran sebesar Rp 4,656 miliar saat lelang yang diumumkan pada 16 Agustus 2019. Lelang dinyatakan selesai pada 2 Oktober 2019 dengan nilai kontrak Rp 4,116 miliar.

    Iip mengatakan, pengerjaannya tidak melulu untuk membangun kolam renang. “Komponennya banyak. Yang pertama itu penataan taman, itu ada 2 objek. Kemudian ada kolam ikan dan kolam renang. Poinnya untuk fungsi kebugaran itu,” kata dia.

    Iip mengaku, lelang baru bisa dilakukan pada Agustus 2018 itu menunggu hasil konsultasi dengan Tim Arkeologi dan Cagar Budaya (TACB) Bandung dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3) Serang.

    “Ini menyangkut izin cagar budaya, karena Gedung Pakuan itu cagar budaya, jadi harus dikonsultasikan. Yang lama itu izin rekomendasinya,” kata dia.

    Iip mencontohkan, rencana membangun kolam renang di halaman belakang Gubernur Jawa Barat juga ikut dikonsultasikan. “Kita konsultasikan dengan TACB boleh tidaknya,” kata dia.

    Pengerjaan revitalisasi halaman belakang Gedung Pakuan itu sudah dimulai. “Targetnya 30 Desember ini selesai,” kata Iip.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.