Ahok di BUMN, Pengamat: Gaya Potong Kompas, Cocok Urusi Efisiensi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri, Ahok, dan Jokowi. facebook.com

    Megawati Soekarnoputri, Ahok, dan Jokowi. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Kepala Lembaga Manajemen FEB UI, Toto Pranoto, menilai sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok cocok berkiprah di perusahaan pelat merah yang perlu penanganan terkait efisiensi dan beban Public Service Obligation (PSO).

    “Gaya Ahok yang suka terobosan cepat dengan potong kompas,,” ujar Toto saat dihubungi Tempo pada Rabu malam, 13 November 2019.

    Menurut Toto, modal sukses memimpin birokrasi yang dimiliki bekas Gubernur DKI Jakarta itu bisa saja akan membawa kesuksesan di BUMN. Tantangannya berbeda.

    “Apakah Ahok akan sukses di BUMN? Waktu yang akan membuktikan. Paling tidak, modal dasar sebagai pemimpin publik pernah dilalui, tinggal bagaimana fine tuning yang tepat saat memimpin BUMN.". 

    Ahok santer dikabarkan akan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. BUMN tersebut memiliki banyak beban PSO, misalnya BBM satu harga yang biayanya harus ditanggung oleh Pertamina  tanpa memperoleh dana pengganti.

    Dalam pasokan BBM ada juga penetapan harga oleh pemerintah sehingga sering terjadi selisih angka dengan formula harga BBM. Kondisi iji menjadi beban Pertamina.

    Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mengisyaratkan Ahok berpeluang mengisi posisi petinggi BUMN bidang energi.

    "Kira-kira begitu (masuk BUMN bidang energi)," ujar Luhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 13 November 2019.

    Ketika ditanya lebih rinci oleh wartawan apakah Ahok akan masuk ke perusahaan energi Pertamina, Luhut menjawab, "Kira-kira begitu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.