Soal Cipta Lapangan Kerja, Jokowi: Kalau Main-main, Saya Gigit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan saat menghadiri penutupan Kongres II Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai NasDem di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Senin 11 November 2019. ANTARA

    Presiden Jokowi memberikan sambutan saat menghadiri penutupan Kongres II Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai NasDem di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Senin 11 November 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan para pemimpin daerah agar tak macam-macam dalam menjalankan program Cipta Lapangan Kerja yang dicanangkan pemerintah pusat. Jokowi mengatakan saat ini, ia sudah mulai memahami berbagai modus yang digunakan para pimpinan daerah, mulai dari kepala daerah, hingga pejabat penegak hukum.

    "Cipta Lapangan Kerja agenda besar bangsa kita. Jangan ada yang bermain-main, saya sudah wanti-wanti betul. Kalau ada yang main-main, akan saya gigit sendiri," kata Jokowi di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Sentul International Convention Centre (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 November 2019.

    Cipta lapangan kerja adalah agenda besar Presiden Jokowi di periode keduanya. Pemerintah akan membuat Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja yang menitikberatkan pada penghapusan hambatan-hambatan investasi sehingga penciptaan lapangan kerja kian terbuka.

    Untuk itu Jokowi wanti-wanti agar pemimpin di daerah tak menghambat investasi.

    Menurut Jokowi saat ini ia sudah mulai memahami berbagai modus yang biasa dilakukan para pejabat dan penegak hukum di daerah. Jokowi mengaku banyak mendengar informasi terkait adanya aparat hukum yang kerap menakut-nakuti dan memeras pengusaha dan pejabat. Ia menegaskan hal semacam ini hanya menghambat program yang dicanangkan pemerintah.

    "Saya tidak akan beri toleransi kepada aparat hukum yang kerjaannya menakut-nakuti dan mengganggu inovasi," kata Jokowi.

    Jokowi juga mengingatkan aparat penegak hukum di daerah, agar tak mengganggu dan mempersulit orang yang berinovasi untuk negara. Aparat penegak hukum ia harapkan dapat lebih baik dalam menilai suatu masalah di wilayahnya.

    "Saya ingatkan juga jangan gigit orang yang bener, kalau yang salah silakan digigit. Tapi yang bener jangan digigit. jangan pura-pura juga salah gigit," kata Jokowi.

    Ia menegaskan jika kembali terjadi, ia telah memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan masalah. "Bisa lewat KPK, Kapolri, Kejaksaan, bisa saya bisikkan di sana ada yang main-main," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.