Wujudkan SDM Unggul, BBPP Ajak Perusahaan Peduli UMKM

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto bersama saat Focus Group Disscussion (FGD) bertema

    Foto bersama saat Focus Group Disscussion (FGD) bertema "Kemitraan Buyer Dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Melalui Ekonomi Kerakyatan" di Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemnaker, kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/11/2019).

    INFO NASIONAL — Untuk mendukung program pemerintah mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia maju, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) berharap sekaligus mengajak perusahaan/buyer untuk memberikan perhatian dan dukungan terhadap terhadap pelaku usaha yang baru dirintis, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

    Menurut Kepala BBPP Kemnaker, Chairul Fadhly Harahap, guna mendorong kinerja UMKM itu, diperlukan upaya pendampingan UMKM untuk merambah platform digital dan pasar ekspor serta mendorong inovasi produk UMKM melalui kemitraan pelaku usaha besar.

    "UMKM disebut sebagai penopang ekonomi Indonesia. Namun di tengah digitalisasi yang pesat, UMKM di Tanah Air belum bisa memaksimalkan peluang itu untuk meningkatkan usahanya," kata Chairul saat membuka sekaligus memberikan arahan Focus Group Disscussion (FGD) bertema "Kemitraan Buyer Dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Melalui Ekonomi Kerakyatan" di Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemnaker, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 12 November 2019.

    Chairul mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak UMKM sulit merambah pasar global untuk memasarkan produk lantaran kurangnya sosialisasi kepada pembeli (buyer). Karenanya, diperlukan adanya komunitas calon buyer dan memastikan keberlanjutan konsistensi serta komitmen dalam kemitraan.

    Chairul berharap adanya hubungan buyer dan penjual (supplier) dapat memberikan value bagi kedua pihak. Ia menilai sangat penting para pelaku UMKM untuk diberikan kesempatan dan kemampuan. "Fokus buyer bukan lagi memaksimalkan profitnya sendiri dan meminimalisir profit UMKM. Kedua pihak berkolaborasi dalam meningkatkan value secara keseluruhan," ujarnya.

    Menurut Chairul, BBPP memiliki peran dalam upaya memediasi dan memfasilitasi UMKM dan perusahaan agar UMKM dapat meningkat produktivitasnya serta memiliki omzet berdaya saing.

    "Dengan FGD ini, diharapkan menjadi wadah komunikasi, kordinasi, dan sinkrokisasi untuk memunculkan ide, gagasan, pencarian solusi, dan penanganan setiap permasalahan manajemen dan pemasaran demi memajukan UMKM di Indonesia," katanya.

    Kabid Program dan Evaluasi BBPP, Lucia Hartiningtyas Mardyasari, menambahkan kegiatan FGD yang diikuti 50 pelaku UKM di kota Bekasi, bertujuan, untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui ekonomi kerakyatan. Kedua, membentuk komunitas calon buyer. Ketiga, memastikan keberlanjutan konsistensi dan komitmen dalam kemitraan.

    FGD dihadiri oleh Kabid Pelatihan Produktivitas Disnakertrans Kota Bekasi, Treawan; Kadisnakertrans Bandung Barat, Iing Solihin; Kadisnakertrans Kabupaten Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana; Ketua Apindo kota Bekasi, Purnomo; dan perwakilan Kadin Kota Bekasi, Tedy Aliudin. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.