Prabowo Bakal Bahas soal Rizieq Shihab dengan Dubes Saudi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat terbatas tentang program dan kegiatan bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. Presiden dalam arahannya mengatakan untuk mengantisipasi perkembangan politik dunia. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat terbatas tentang program dan kegiatan bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. Presiden dalam arahannya mengatakan untuk mengantisipasi perkembangan politik dunia. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan bakal mempelajari klaim pencekalan dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. "Saya pelajari dulu, ya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Prabowo menyatakan belum mendengar tudingan Rizieq yang menyebut pemerintah Indonesia meminta pemerintah Arab Saudi agar mencegahnya untuk kembali ke Jakarta. "Saya pelajari dulu. Saya belum dengar," tuturnya.

    Selain itu, kata Prabowo, ia akan coba membawa masalah Rizieq ini saat bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi di kantornya. "Mudah-mudahan. Nanti kami lihat," ucap dia.

    Dalam video yang dipublikasikan di YouTube, Rizieq menunjukkan dua lembar kertas yang ia sebut sebagai surat pelarangan dirinya keluar dari negeri itu. "Jadi kedua surat ini merupakan bukti nyata, real, otentik, bahwa saya memang dicekal oleh pemerintah Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia," kata Rizieq melalui telekonferensi pada acara Maulid Nabi Muhammad di DPP FPI 8 November 2019.

    Rizieq Shihab bermukim di Mekah mulai pertengahan 2017, sejak terjerat sejumlah kasus, salah satunya dugaan chat mesum. Kasus ini dihentikan pada Juni 2018, tetapi Rizieq belum juga kembali ke Indonesia.

    Pemerintah membantah ada upaya pencekalan terhadap Rizieq Shihab. Sebelumnya, Wakil Presiden 2014-2019, Jusuf Kalla, mengatakan pemerintah Indonesia tidak melarang Rizieq pulang. "Pemerintah silakan saja. Pemerintah tidak berhak melarang warga negara ke Tanah Air," kata JK pada 10 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.