Wagub Jabar: Seni Kasidah Harus Kembali Populer

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, Pemerintah Provinsi Jabar berupaya membangkitkan kembali seni kasidah --kesusastraan Arab yang biasanya dilagukan-- karena eksistensinya dinilai semakin menurun.

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, Pemerintah Provinsi Jabar berupaya membangkitkan kembali seni kasidah --kesusastraan Arab yang biasanya dilagukan-- karena eksistensinya dinilai semakin menurun.

    INFO NASIONAL — Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar berupaya membangkitkan kembali seni kasidah (kesusastraan Arab yang biasanya dilagukan) karena eksistensinya dinilai semakin menurun. 

    "Dulu di kampung-kampung setiap ada hajatan pasti ada kasidah atau di acara tabligh akbar selalu diawali kasidah. Tapi hari ini, kasidah sudah tergeser oleh electone dangdut dan kesenian lain," kata Uu usai membuka Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019 di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pada Senin, 11 November 2019.

    Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019 ini diikuti oleh peserta dari 27 kabupaten dan kota se-Jabar dan berlangsung mulai 11-13 November 2019 .

    Menurut Uu, seni kasidah kini tergeser oleh kesenian modern seperti electone atau dangdut. Untuk membangkitkannya kembali, Uu mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terkait penyusunan rencana aksi menggelar festival-festival kasidah setiap bulannya di berbagai kabupaten dan kota di Jabar.

    "Kami sudah bicara dengan Kepala Disparbud, Bapak Dedi Taufik bagaimana caranya agar kita bisa membangkitkan seni kasidah di Jabar dan harus kembali populer," katanya.

    Uu berharap, melalui Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019, kasidah di Jabar semakin berkembang dan muncul grup kasidah baru yang disukai masyarakat.

    "Dulu, grup kasidah terkenal, yaitu Nasida Ria dari Semarang, (dari) Tasikmalaya pun ada yaitu Almanar dan banyak lagi. Kenapa tidak dari grup kasidah yang sekarang ikut festival ini lahir grup kasidah andal, populer, dan disukai masyarakat?" ujarnya.

    Ketua Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Jawa Barat, Eni Sumarni, selaku penyelenggara festival mengatakan bahwa festival juga untuk mengukur sejauh mana kemampuan grup kasidah di Jabar. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.