Presiden Jokowi Minta Swasta Dilibatkan dalam Mendidik Siswa

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo meminta agar swasta dan BUMN dilibatkan dalam program penyiapan dan pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM).

    “Pelatihan vokasi juga tidak hanya dilakukan oleh BLK, berkali-kali saya sampaikan tolong swasta dilibatkan dan juga melibatkan BUMN serta lembaga kursus yang lainnya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pengantarnya ketika Rapat Terbatas dengan topik Program Cipta Lapangan Kerja di Kantor Presiden Jakarta, Senin.

    Ia meminta agar dilakukan reformasi besar-besaran dalam penyiapan SDM yang ditekankannya sebanyak dua kali saat ia menyampaikan pengantarnya.

    Hal itu kata dia, sangat penting karena akan menjadi kunci bangsa ini bisa mencapai kemajuan.

    “Negara kita ini bisa melompat atau tidak bisa melompat, pembenahan pendidikan vokasi SMK politeknik betul-betul harus tereksekusi di lapangan,” katanya.

    Presiden juga menekankan kesiapan program Kartu Pra Kerja yang harus dipastikan sistem manajemennya telah seluruhnya siap.

    “Kartu pra kerja sistem manajemen semuanya harus disiapkan. Sehingga pada saat Januari dikeluarkan betul-betul sistem yang terintegrasi dan berbasis digital mudah dikontrol mudah dimonitor,” katanya.

    Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas yang khusus membicarakan dan memberikan sejumlah instruksi kepada jajaran Kabinet Indonesia Maju agar dapat mewujudkan tujuan besar tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.