Nasdem Incar 4 Gubernur, Politikus PDIP Bicara Kebosanan Rakyat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat 8 November 2019. Kongres II Partai NasDem yang digelar 8-11 November itu mengusung tema Restorasi Untuk Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat 8 November 2019. Kongres II Partai NasDem yang digelar 8-11 November itu mengusung tema Restorasi Untuk Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Pareira mengatakan partai-partai koalisi pemerintahan Jokowi seharusnya menjaga kepercayaan publik yang diberikan kepada mereka. Publik tak suka melihat partai atau politikus yang hanya berorientasi kekuasaan.

    "Bosan rakyat melihat partai atau politisi yang hanya berpikir dan bekerja untuk kekuasaan dari satu pemilu ke pemilu yang lain," kata Andreas kepada Tempo pada Ahad, 10 November 2019.

    Andreas mengatakan ini menanggapi Partai NasDem yang sudah ancang-ancang mencari kandidat Capres 2024. 

    Sebelumnya, Ketua DPP Partai NasDem Zulfan Lindan mengatakan partainya membuka peluang mencalonkan empat kepala daerah tersebut Capres 2024. Nasdem pun akan menggelar konvensi untuk menjaring capres.
     
    Keempat kepala daerah itu adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
     
    "Belanda masih jauh. Kerja dulu, sukseskan pemerintahan Jokowi," kata Andreas menanggapi ancam-ancang Nasdem tersebut.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.