Sandiaga Uno Luncurkan Aplikasi Relawan Siaga

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno didampingi politikus Gerindra Miftah Sabri menggelar jumpa pers di rumahnya, Jalan Pulombangkeng Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019. Sandiaga bercerita seputar keputusannya kembali ke Partai Gerindra. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sandiaga Uno didampingi politikus Gerindra Miftah Sabri menggelar jumpa pers di rumahnya, Jalan Pulombangkeng Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019. Sandiaga bercerita seputar keputusannya kembali ke Partai Gerindra. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta-Mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno meluncurkan 23 Relawan Siaga untuk Kemanusiaan yang tergabung dalama aplikasi Siaga, sebuah aplikasi relawan pertama di Indonesia.

    "Di Hari Pahlawan ini kami bersyukur Relawan Siaga diluncurkan. Ini adalah aplikasi relawan berbasis teknologi digital untuk meningkatkan nilai luhur bangsa," kata Sandiaga dalam acara Inaugurasi Siaga di Jakarta Selatan, Minggu, 10 November 2019.

    Dalam rangka Hari Pahlawan, Sandiaga mengatakan bahwa Relawan Siaga diharapkan bisa kembali melahirkan budaya dan nilai luhur warisan bangsa. Seperti budaya saling peduli, toleransi, dan gotong royong.

    Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, aplikasi Siaga menargetkan 500 ribu relawan dapat segera bergabung. Harapannya, relawan akan siap terlebih dahulu sebelum aplikasi Siaga dirilis pada awal tahun 2020. "Ini menunjukkan bahwa inovasi dapat melestarikan nilai luhur bangsa," katanya.

    Di sisi lain, Sandiaga juga berharap, Relawan Siaga bisa menjadi perekat bangsa dan merajut kembali masyarakat. Hal ini dikatakannya terkait fenomena polarisasi masyarakat sebagai dampak dari kontestasi demokrasi di tahun politik 2019.

    "Saya yakin, hal kecil enggak perlu jadi pemecah belah, jadi ganjalan berbangsa dan bernegara," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.