Gibran Jokowi Cerita Soal Masuk PDIP dan Hasto Kristiyanto

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama putra sulungnya, Gibran Rakabuming, mengenakan pakaiat adat Klungkung Bali untuk menghadiri upacara peringatan detik-detik proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo bersama putra sulungnya, Gibran Rakabuming, mengenakan pakaiat adat Klungkung Bali untuk menghadiri upacara peringatan detik-detik proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gibran Rakabuming Raka alias Gibran Jokowi sempat ragu ketika akan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Belakangan sikapnya berubah. Bagaimana ceritanya?

    "Jujur saja pertama kali lihat PDIP, itu saya sempat ragu. Ini partai kok tua banget. Saya sempat meragukan," kata Gibran saat berbicara di acara talk show Hari Pahlawan yang digelar DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) DKI Jakarta hari ini, Ahad, 10 November 2019.

    Gibran Jokowi menuturkan dirinya mulai tertarik masuk politik karena antara lain kepercayaan bahwa saat ini adalah momen yang tepat bagi anak muda untuk maju. Penguasaan teknologi yang dimiliki kaum muda menjadi modal besar untuk dapat bersaing di dunia politik.

    Itu sebabnya, muncul keraguan ketika menilik platform PDIP yang akan dijadikan kendaraan maju dalam Pilkada Surakarta 2020. Namun, akhirnya Gibran menilai PDIP adalah partai yang paling tepat menjadi rumah bagi anak muda.

    "Saya ditunjukkan beberapa presentasi," ujar pria 32 tahun putra sulung Presiden Jokowi tersebut.

    Penilaian Gibran Jokowi terhadap PDIP akhirnya berubah setelah dia berbicara dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Dia diundang ke kantor Hasto.

    Dia menuturkan bahwa Hasto menunjukkan IoT (internet of things), TI (teknologi informasi), dan lain lain. "Dan saat itu saya langsung, ah partai ini punya masa depan. Partai ini ternyata enggak jadul-jadul banget."

    Gibran Jokowi meyakni bahwa PDIP paling mampu untuk mendukung anak muda. Pada September 2019 dia datang ke Kantor DPC PDIP Surakarta untuk mendaftarkan diri sebagai kader partai. Sokongan partai politik itu pula yang diharapkan Gibran Jokowi untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.