Indonesia Siapkan Calon Kompetitor dan Strategi Hadapi ASC 2020

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasubdit Pengembangan Sistem dan Metode Pelatihan Kerja, Tri Pudji Astanti dalam acara Evaluasi Pelaksanaan Seleksi Nasional ASC XIII di Bali, pada Minggu, 10 November 2019.

    Kasubdit Pengembangan Sistem dan Metode Pelatihan Kerja, Tri Pudji Astanti dalam acara Evaluasi Pelaksanaan Seleksi Nasional ASC XIII di Bali, pada Minggu, 10 November 2019.

    INFO NASIONAL — Selain menyiapkan kompetitor (kontestan) pada ajang ASEAN Skills Competition (ASC) XIII tahun 2020, Indonesia juga menyiapkan sejumlah langkah dan strategi. Hal ini bertujuan untuk menghadapi kejuruan baru yang dikompetisikan di ajang tersebut.

    Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat, menjelaskan pemerintah telah merampungkan Seleksi Nasional (Seleknas) ASC XIII pada bulan Agustus 2019. Untuk itu, diperlukan evaluasi terhadap Seleknas menjelang ASC XIII yang akan bergulir pada bulan Juli 2020 di Kota Suntec, Singapura.

    "Evaluasi ini sebenarnya dalam rangka mempersiapkan lebih detail, menjelaskan materi tes, kebutuhan training-nya bagaimana, sampai cara menilai dan lain-lain," kata Kunjung dalam acara Evaluasi Pelaksanaan Seleksi Nasional ASC XIII di Bali, pada Minggu, 10 November 2019.

    Menurut Kunjung, pada bulan Januari 2020 akan dilakukan Technical Committee Meeting (TCM) di Singapura. Oleh karena itu, hasil evaluasi Seleknas diharapkan memberikan gambaran bagi eksper yang akan mengikuti TCM tersebut.

    "Tentunya hasil dari TCM ini akan kita implementasikan untuk menyiapkan anak-anak kita dari bulan Januari hingga bulan Juli nanti," ujar Kunjung.

    Kasubdit Pengembangan Sistem dan Metode Pelatihan Kerja, Tri Pudji Astanti, menjelaskan, ASC XIII akan melibatkan 20 skills area, di mana dua di antaranya adalah kejuruan baru, yakni industrial control dan rapid transit system. Guna menyiapkan calon kompetitor untuk dua kejuruan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan telah menggandeng sejumlah industri yang mumpuni di bidangnya.

    "Kita menggandeng industri-industri yang punya peralatan dan kemampuan teknis yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan," kata Pudji.

    Ia menambahkan, industri yang digandeng untuk menyiapkan materi kejuruan rapid transit system adalah PT KAI. Sedangkan, industri yang digandeng untuk menyiapkan materi kejuruan industrial control adalah PT Denso.

    "Mereka mengeluarkan technical description serta competition scope yang sesuai dengan kejuruan tersebut," ujar Pudji.

    Selain itu, melalui kegiatan evaluasi seleksi nasional ASC XIII, Kemnaker juga mengudang para eksper masing-masing kejuruan. Tujuannya untuk mengumpulkan masukan dan evaluasi Seleknas masing-masing kejuruan, mendengarkan arahan terkait Training Center (TC) ASC XIII, diskusi dan sharing pengalaman ASC, serta membahas strategi eksper pada pemusatan atau TC ASC XIII.

    Pudji menambahkan, sejak Seleksi Nasional (Seleknas) ASC XIII, Kemnaker telah melakukan sejumlah tahapan lanjutan. Diantaranya Pelatihan Character Building (29-31 Agustus 2019), Pelatihan Bahasa Inggris (1-7 September 2019), Pemusatan Pelatihan Tahap I (Training Center I) di 14 lokasi (1 Oktober 2019 dan dijadwalkan akan berlangsung hingga 20 Desember 2019).

    "Sejak Agustus 2019 hingga saat ini, telah dilaksanakan beberapa tahapan lanjutan guna mempersiapkan Calon Kompetitor ASC XIII tahun 2020," ujar Pudji. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.