Fahri Hamzah Umumkan Pengurus Partai Gelora, Anis Matta Ketua

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fahri Hamzah (kiri) bersama Anis Mata saat merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Partai Gelora. Twitter/@partaigelora

    Fahri Hamzah (kiri) bersama Anis Mata saat merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Partai Gelora. Twitter/@partaigelora

    TEMPO.CO, Jakarta-Partai politik baru, Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) yang dimotori Anis Matta, Fahri Hamzah, dan kawan-kawan tengah memproses legalitas mereka sebagai partai. Fahri sendiri telah mengumumkan siapa saja pengurus teras Partai Gelora.

    “Ketua umum kami adalah Pak Anis Matta, saya wakil ketua umum, Sekjen-nya Pak Mahfud Sidiq, Bendahara Umumnya Pak Ahmad Liyaldi. Kami berempat ini memang pernah menjadi anggota DPR,” kata Fahri dalam syukuran Partai Gelora di Upnormal, Kemang, Jakarta, Ahad 10 November 2019.

    Menurut Fahri struktur lainnya juga akan berkembang. Termasuk Deddy Mizwar, yang akan turut bergabung. Begitu pula tokoh-tokoh lain yang juga akan menyusul. Namun, Fahri mengaku enggan gembar-gembor siapa saja tokoh-tokoh tersebut, karena masih dalam tahap pendaftaran.

    Menurutnya yang penting saat ini adalah penguatan struktur sampi ke daerah. Wilayah-wilayah pun akan mereka perkuat. “Mohon maaf kepada teman-teman media kami enggak jor-joran, kami ingin terlihat low profile,” tuturnya.

    Gelora, kata Fahri Hamzah, menyatakan berdiri pada 28 Oktober dan kemudian menyerahkan dokumen kepada notaris pada tanggal 4 November. Mereka menyisir seluruh wilayah pada 9 November kemarin. Fahri mengaku menyisir kepengurusan di Provinsi secara lengkap. Sebanyak 99 insiator dan pendiri pusat juga mereka sisir semua.

    “Tanggal 9 kemarin alhamdulillah sebagai syarat yang dinyatakan oleh Undang-Undang kami menandatangani seluruh usulan itu di depan notaris,” ucap mantan Wakil Ketua DPR ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tempat Tidur Covid-19 Terisi di Atas 65 Persen

    Pada 30 November 2020, tingkat keterisian berbagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 sudah melewati ambang batas 65%.