Gibran Jokowi Sebut Nadiem Makarim Pahlawannya, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, saat membagikan kemeja di acara DPP BMI DKI Jakarta, di Matraman, Jakarta Timur, Ahad, 10 November 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, saat membagikan kemeja di acara DPP BMI DKI Jakarta, di Matraman, Jakarta Timur, Ahad, 10 November 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, JakartaAnak Sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka atau Gibran Jokowi, menyebut salah satu pahlawannya adalah Nadiem Makarim.

    Nadiem eks CEO Go-Jek yang sekarang menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Gibran Jokowi, Nadiem memberi banyak inspirasi dalam kehidupannya.

    Gibran Jokowi mengungkapkannya dalam talk show Hari Pahlawan yang dihelat DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) DKI Jakarta pada hari ini, Ahad, 10 November 2019.

    BMI adalah organisasi sayap PDIP. Sedangkan Gibran Jokowi telah menjadi kader PDIP sekaligus mendaftar sebagai calon Wali Kota Surakarta (Solo).  

    Dalam acara tersebut, Gibran Jokowi menyandingkan nama Nadiem Makarim bersama Proklamator Sukarno dan Muhammad Hatta sebagai tiga pahlawan terbaiknya.

    "Kalau enggak ada Nadiem, mungkin saya cuma jual makanan. Beliau ini adalah orang yang menginspirasi saya, mendorong saya untuk maju dan orang yang benar-benar kekinian dan memanfaatkan teknologi," tuturnya.

    Dia bercerita, sebelum mengenal Nadiem Makarim dia hanya berfokus di bisnis kuliner. Namun sejak mengenal konsep Nadiem di aplikasi Go-Jek, Gibran tergerak berbisnis serupa.

    Jika Nadiem bergerak di bidang transportasi dengan mengubah citra ojek, Gibran ingin mengembangkan rumah makan warteg (warung tegal) dengan aplikasi Wahyoo.

    Gibran mengatakan Wahyoo adalah lini bisnisnya yang lain disamping kuliner Martabak Markobar. Gibran Jokowi berharap aplikasi Wahyoo dapat mendorong pemilik warteg agar lebih maju. Sekarang Wahyoo memiliki mitra 12 ribu warteg di Jakarta.

    "Nadiem ini orang yang bisa menaikkan levelnya tukang ojek. Yang saya lakukan di Wahyoo adalah menaikkan levelnya pemilik warteg," kata Gibran Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.