Pahlawan Versi Kemendagri: Tak Sebarkan Hoaks

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan makam para pahlawan dan pejuang kemerdekaan di Taman Makam Pahlawan di Ceceuri, Serang, Banten, Sabtu, 9 November 2019. Para pekerja membersihkan dan melakukan penataan kompleks makam pahlawan menyongsong pelaksanaan upacara Peringatan Hari Pahlawan 2019. ANTARA

    Pekerja membersihkan makam para pahlawan dan pejuang kemerdekaan di Taman Makam Pahlawan di Ceceuri, Serang, Banten, Sabtu, 9 November 2019. Para pekerja membersihkan dan melakukan penataan kompleks makam pahlawan menyongsong pelaksanaan upacara Peringatan Hari Pahlawan 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri mengatakan setiap Warga Negara Indonesia bisa menjadi pahlawan masa kini. Caranya, dengan aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI seperti menolong sesama sampai tidak memprovokasi dan menyebar hoaks.

    "Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai-berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan membuat konflik satu sama lain," kata Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Syarifuddin dalam keterangan tertulisnya tentang Hari Pahlawan yang jatuh hari ini, Ahad, 10 November 2019.

    Pernyataan Syarifuddin tersebut juga dibacakan dalam upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019 di halaman utama Kantor Kemendagri. Upacara diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemendagri.

    Syarifuddin berharap peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai tanah air dan ikut menjaganya. Keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri jangan menjadi sia-sia akibat tangan-tangan jahil.

    Menurut dia, menjadi pahlawan masa kini dapat ditunjukkan dengan prestasi dan bermanfaat dalam kehidupan sosial. Dia pun tak ingin peringatan Hari Pahlawan hanya seremonial maka harus diisi berbagai aktivitas yang dapat menimbulkan rasa nasionalisme dan meningkatkan kepedulian tehadap  sesama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.