Wagub Jabar Minta Taruna AKMI Suaka Bahari Cirebon Miliki Jiwa Patriot

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur  Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meresmikan gerai Maritime Love Coffee di AKMI Suaka Bahari Cirebon pada Sabtu,  9 Nopember 20119.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meresmikan gerai Maritime Love Coffee di AKMI Suaka Bahari Cirebon pada Sabtu, 9 Nopember 20119.

    INFO JABAR - Wakil Gubernur  Jawa Barat , Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi kehadiran Maritime Love Coffee di kampus Akademi Maritim (AKMI) Suaka Bahari Kota Cirebon.

    "Saya apresiasi, ini bagus karena mendorong taruna untuk menjadi entrepreneur hebat," kata Uu saat meresmikan gerai Maritime Love Coffee di AKMI Suaka Bahari Cirebon, Sabtu,  9 November 20119.

    Menurut Uu, selain belajar ilmu kelautan, para taruna juga dibekali wawasan kewirausahaan yang akan berguna saat lulus dengan hadirnya gerai tersebut.
    Uu menambahkan bahwa pembekalan ilmu entrepreneurship akan melatih kemandirian para taruna dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu, ia mendorong kepada pendidikan lainnya melakukan hal serupa seperti AKMI Suaka Bahari Cirebon. 

    "Ini adalah langkah positif yang jarang ada di lembaga pendidikan lain yang hanya fokus terhadap disiplin ilmunya. Jadi bagus sekali kalau setiap lembaga pendidikan ada gerai seperti ini," tutur Uu.

    Nantinya, gerai Maritime Love Coffee rencananya akan hadir di 27 kabupaten/kota di Jabar. Kopi khas Jabar yang telah mendunia akan menghiasi etalase di gerai tersebut.

    Sebelum meresmikan Maritime Love Coffee, Uu lebih dahulu menjadi inspektur upacara pelantikan taruna angkatan XXXIII, kenaikan tingkat, dan wisuda perwira muda pelayaran niaga AKMI Suaka Bahari tahun 2019.

    Kepada lulusan AKMI, Uu berharap mereka mampu memenuhi janjinya, yaitu selain mempraktekkan ilmu kemaritiman juga memiliki jiwa patriotisme tinggi demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Jaga dasar negara kita Pancasila agar Indonesia tetap utuh dan bersatu diantaranya oleh para lulusan AKMI," tutur Uu. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.