Pria Prancis Pemberi Nama Jokowi Bercerita tentang Presiden RI

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bernard Chene, warga Prancis yang pertama kali memberikan nama panggilan Jokowi kepada Joko Widodo yang kini Presiden RI. Bernard Chene pernah menjadi rekanan bisnis kayu Jokowi di Solo. Foto: YouTube

    Bernard Chene, warga Prancis yang pertama kali memberikan nama panggilan Jokowi kepada Joko Widodo yang kini Presiden RI. Bernard Chene pernah menjadi rekanan bisnis kayu Jokowi di Solo. Foto: YouTube

    TEMPO.CO, Jakarta - Bernard Chene bercerita tentang sosok Presiden Joko Widodo. Warga Negara Prancis tersebutlah pemberi atau yang pertama kali menyematkan nama panggilan: Jokowi.

    Bernard menyatakan dia tidak pernah menyangka rekan bisnisnya itu bisa menjadi Presiden Indonesia. Menurut dia, Jokowi pada saat menjadi pengusaha mebel terbiasa bekerja di hutan bersama dia.

    "Luar biasa, luar biasa. Bagaimana kamu bisa percaya seseorang yang biasa kerja bersama kamu di hutan, di pabrik, di kantor. Suatu hari orang itu tidak lagi bekerja dengan kamu, tapi menjadi seorang wali kota, seorang gubernur, dan menjadi presiden dari negara dengan populasi muslim terbesar di dunia," katanya dalam video yang diunggah akun YouTube resmi Presiden Jokowi pada hari ini, Sabtu, 9 November 2019.

    Bernard pun terkesan dengan perkembangan karier Jokowi. Apalagi setelah menjadi Presiden RI, sifat bekas Waki Kota Surakarta itu tidak berubah

    Bernard lantas mengenang momen pada saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Prancis. Lewat Kedutaan Besar Indonesia di Prancis, Jokowi meminta Bernard menemuinya di hotel tempat dia menginap.

    Sesampainya dia di hotel, Protokoler Kepresidenan menyampaikan bahwa Bernard hanya memiliki waktu 25 menit untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.

    "Tapi pada kenyataannya, dia (Jokowi) menahan saya sampai satu setengah jam," ucap dia sumringah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.