Parade Surabaya Peringati Hari Pahlawan, Risma: Jaga Persatuan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah tiba di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta pada pukul 13.45 pada Senin, 19 Agustus 2019. Mengenakan jaket merah dengan nomor 3 di dada, Risma tampak sumringah. Dia akan dilantik menjadi Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan siang ini. TEMPO/Dewi Nurita

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah tiba di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta pada pukul 13.45 pada Senin, 19 Agustus 2019. Mengenakan jaket merah dengan nomor 3 di dada, Risma tampak sumringah. Dia akan dilantik menjadi Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan siang ini. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau kepada warga Kota Pahlawan untuk menjaga persatuan di acara Parade Surabaya Juang 2019 yang digelar untuk memperingati Hari Pahlawan dimulai dari Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul, Surabaya, Sabtu, 9 November 2019. "Kepada seluruh warga Surabaya pada saat Indonesia merdeka pada 1945, kita berjuang dengan seluruh lapisan masyarakat, ada seluruh suku bangsa yang ada Indonesia. Itu disebutkan di dalam pidato Bung Tomo saat itu," kata Risma yang mengenakan pakaian ala pejuang saat berpidato di Tugu Pahlawan.

    Risma berpesan agar semangat persatuan terus dipegang oleh semua kalangan dengan tidak pernah membedakan golongan, etnis, agama, suku dalam satu kesatuan NKRI. Saat berjuang, para pejuang tidak membedakan mereka dari latar belakang suku dan agama. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk terpecah belah karena berbeda suku bangsa, agama, atau etnis.

    "Untuk menjadi kita maju, untuk kita tetap menjaga kemerdekaan, maka kita harus bersatu padu melawan kemiskinan dan kebodohan."  Ia meminta warga Surabaya tidak mudah dihasut dan mudah menerima hoaks karena sesungguhnya mereka yang ingin memecahkan persatuan dan kesatuan negara tercinta.

    "Jadi karena itu, saya ingin menyampaikan kita jangan pernah melupakan apa yang pernah diperjuangkan oleh para pahlawan untuk negara kita tercinta seperi ini saat ini." Sebanyak 3.000 peserta ikut meramaikan Parade Surabaya Juang 2019 dengan mengambil tema Wira Bangsa yang berarti pahlawan bangsa.

    Acara itu dibuka dengan atraksi pemberangkatan Parade Surabaya Juang 2019 dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi dan teatrikal pidato tokoh Bung Tomo di depan Gedung Siola. Perayaan berikutnya adalah pengibaran Bendera Merah Putih dan pembacaan puisi di depan Hotel Majapahit.

    Atraksi perang digelar di depan Gedung Grahadi dengan pertunjukan penampilan band dan teatrikal pidato Gubenur Suryo oleh komunitas pecinta sejarah Indonesia. Setelah itu, pertunjukkan teatrikal kolosal digelar di Monumen Bambu Runcing dan Monumen Polisi Istimewa.

    Menyambut Hari Pahlawan itu, ada pula atraksi di Santa Maria dan prosesi di perempatan Jalan Bengawan dan berakhir di Taman Bungkul.

    Ribuan warga antusias menonton Parade Surabaya Juang di sejumlah jalan protokol yang dilalaui para peserta. "Saya senang bisa melihat acara tahunan ini. Saya berharap acara ini digelar setiap tahun dengan konsep yang berbeda-beda," kata penduduk Surabaya, Andi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.