Bangun Indonesia Maju, Jokowi Singgung Kisah Nabi Muhammad

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (ketiga kiri) dan Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) memanjatkan doa saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H/2019 M di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019. Dalam acara ini, Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (ketiga kiri) dan Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) memanjatkan doa saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H/2019 M di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019. Dalam acara ini, Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan. Nabi Muhammad, kata dia, menjadi panutan lantaran mampu mengubah umat manusia menjadi lebih baik. "Yang mengubah umat dari mengutamakan kepentingan diri sendiri menjadi kepentingan bersama," kata Jokowi dalam akun Instagramnya menyambut maulid Nabi Muhammad, Sabtu, 9 November 2019.

    Atas dasar itu, menurut Jokowi, sikap Nabi Muhammad ini layak diteladani terutama dalam rangka membangun Indonesia. "Semangat perubahan seperti yang dilakukan Rasulullah itu kami teladani dalam membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang maju."

    Pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin senada dengan Jokowi pada maulid Nabi kali ini. Menurut Ketua Umum Majelis Ulama non aktif itu, mengubah kebiasaan buruk umatnya, Nabi Muhammad mengedepankan pendekatan lewat hati. "Perubahan yang dilakukan Rasul adalah perubahan pada manusianya. Dari akidah, cara berpikir, dan perilakunya," kata Ma'ruf di Istana Negara, tadi malam.

    Semangat perubahan Rasulullah SAW ini, menurut Ma'ruf, yang ingin pemerintah tiru dalam memajukan Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah memprioritaskan pembangunan SDM.

    "Manusia yang unggul yang ingin kami bangun adalah manusia yang sehat, cerdas, produktif, mempunyai daya saing, dan berakhlak karimah." Akhlak karimah adalah perilaku terpuji.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.