Untuk Indonesia Maju, Ma'ruf Amin Contoh Semangat Nabi Muhammad

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama para staf hendak menuju Masjid Baiturrahman, Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, untuk salat Jumat, 25 Oktober 2019. Tempo/Friski Riana

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama para staf hendak menuju Masjid Baiturrahman, Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, untuk salat Jumat, 25 Oktober 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah ingin mencontoh semangat perubahan yang dilakukan Nabi Muhammad terhadap manusia. "Perubahan yang dilakukan Rasulullah adalah perubahan pada manusianya,” kata Ma'ruf dalam sambutannya di peringatan maulid Nabi Muhammad di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019.

    Menurut Ma’ruf, Rasulullah mengubah manusia dari akidahnya, cara berpikir, dan berperilaku. “Semangat perubahan seperti yang dilakukan Rasulullah itu lah yang ingin kita contoh dan teladani."

    Ma'ruf mengatakan, Nabi Muhammad merupakan tokoh perubahan yang luar biasa karena berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat khairu ummah atau masyarakat terbaik. Perubahan itu super cepat karena dilakukan hanya dalam 23 tahun.

    Pencapaian itu terjadi karena Nabi Muhammad melakukannya secara terus menerus dan berkelanjutan dengan prinsip perbaikan ke arah lebih baik. Selain itu, Nabi Muhammad juga melakukan perubahan dengan hati dan akhlakul karimah atau akhlak terpuji. "Karena itu Allah SWT mengatakan 'Rahmat Allah yang diberikan kepadamu, Muhammad, kamu bisa berlaku santun pada mereka. Andai kata kamu kasar keras hati pasti mereka akan lari'," kata Ma’ruf.

    Adapun perubahan yang ingin dilakukan pemerintah, kata Ma'ruf, dalam rangka membangun Indonesia maju. Dari negara berpendapatan menengah menjadi negara berpendapatan tinggi. Indonesia maju tergantung pada manusianya. Karena itu, kata Ma'ruf Amin, pemerintah memprioritaskan sumber daya manusia. "Manusia unggul yang ingin kita bangun adalah manusia yang sehat, cerdas, produktif, mempunyai daya saing, dan berakhlakul karimah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.