Polda Sultra Bentuk Tim Investigasi Usut Kasus Desa Siluman

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan peta jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiyah (JI) di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 24 Juli 2019 (Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan peta jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiyah (JI) di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 24 Juli 2019 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki desa tak berpenduduk, namun mendapat kucuran dana desa sebesar Rp 1 miliar, atau lebih dikenal dengan desa siluman.

    "Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara sudah menyampaikan akan membentuk tim investigasi terkait masalah informasi tersebut, akan dialami dulu apakah informasi tersebut adalah merupakan peristiwa pidana," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 November 2019.

    Dedi mengatakan pihaknya tak mau terburu-buru dalam menyelidiki informasi perihal 'desa siluman' tersebut. "Tidak perlu terburu-buru. Fakta hukum penyelidikan dulu secara clear baru nanti jelas permasalahannya," ucap dia.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dirinya bakal melakukan investigasi mengenai adanya laporan 'desa siluman' tersebut. Dia mengatakan mendengar kabar ini usai mengikuti rapat perdana kabinet.

    "Kami mendengarnya sesudah pembentukan kabinet dan nanti akan kami investigasi," kata Sri Mulyani usai mengikuti rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin 4 November 2019.

    Dalam rapat kerja bersama dengan Komisi Keuangan DPR, Sri Mulyani mengungkapan adanya laporan terkait desa fiktif tersebut. Dia mengatakan desa tersebut mendapat jatah dana desa namun nyatanya tak berpenduduk.

    ANDITA RAHMA | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.