Jaksa Agung: KPK Kawah Candradimuka Para Jaksa

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung ST Burhanudin saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Jaksa Agung ST Burhanudin saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, JakartaJaksa Agung ST Burhanuddin ingin Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi tempat penggemblengan bagi para jaksa yang bekerja di komisi ini. Burhanuddin menyampaikannya ketika berkunjung ke KPK pada Jumat, 8 November 2019. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif yang mendampingi mengatakan Burhanuddin mengatakan hal itu ketika bertemu 86 jaksa dari Kejaksaan Agung yang diperbantukan di KPK.

    "Salah satunya dia mengatakan kepada teman-teman jaksa, di KPK itu sebaiknya dipakai sebagai (kawah) candradimuka," kata Syarif seusai pertemuan di kantornya, Jakarta.

    Istilah kawah candradimuka berasal dari dunia pewayangan. Kawah itu jadi tempat Gatot Kaca direbus supaya punya otot kawat tulang besi. Istilah ini biasa dikonotasikan sebagai tempat untuk melatih diri. "Kalau selesai di KPK bisa menularkan hal baik ke kejaksaan dan beliau sangat berharap," kata Syarif menirukan ucapan Burhanuddin.

    Jaksa Agung mengatakan kedatangannya ke KPK hanya untuk bersilaturahmi. Ia mengatakan ingin melanjutkan kerja sama antara kejaksaan dan KPK. "Saya sebagai orang baru, wajib hukumnya saya memperkenalkan diri."

    Presiden Joko Widodo melantik Burhanuddin pada 23 Oktober 2019. Mantan Jaksa Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara ini menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat M. Prasetyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.