Tjahjo Sebut Ada Soal Radikalisme - Terorisme di Tes CPNS 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Batam - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo akan mencegah masuknya radikalisme selama proses tes CPNS 2019.

    "Tentu kami akan memperhatikan itu," kata Tjahjo usai acara Evaluasi dan Pemberian Penghargaan Pelayanan Publik  untuk Wilayah I di Hotel Aston, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis, 7 November 2019. 

    Tjahjo mengatakan, salah satu cara yang dilakukan Menpan RB adalah membuat soal tentang pemahaman kebangsaan, pancasila, radikalisme, dan narkoba. "Termasuk beberapa persen nanti akan kita buat soal terkait terorisme," kata Tjahjo. 

    Ia melanjutkan, proses pembukaan CPNS 2019 sudah diumumkan, hanya saja CPNS kali ini tidak menerima tenaga administrasi. "Hanya mohon maaf tidak menerima tenaga administrasi, karena sudah ada 1,6 juta yang tersedia," kata Tjahjo.

    Pendaftaran ujian masuk CPNS 2019 mulai dibuka pada 11 November 2019. Pendaftaran dilakukan melalui situs Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara yang dikelola Badan Kepegawaian Negara di sscasn.bkn.go.id. 

    Beberapa dokumen yang dibutuhkan adalah hasil pindai atau scan KTP asli, foto, swafoto, ijazah hingga tanskrip nilai asli, serta persyaratan lain yang ditetapkan setiap intansi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.