Propam akan Gelar Sidang Etik Polisi Penculikan WNA Inggris

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penculikan. Shutterstock.com

    Ilustrasi Penculikan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Pengamanan dan Profesi Polri Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut sidang etik terhadap empat anggota polisi yang diduga terlibat dalam penculikan WNA Inggris bernama Matthew Simon Craib akan digelar setelah sidang pidana selesai.

    "Ya manakala nanti yang pidana sudah beres kemudian dia berproses, nanti kami juga bisa langsung masuk," kata Listyo di Gedung The Tribata Polri, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 November 2019. 

    Saat ini, keempat anggota polisi itu sudah dijadikan tersangka dan ditahan di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penetapan tersangka tersebut sudah berdasarkan gelar perkara dan alat bukti yang cukup.

    “Sudah ditetapkan tersangka sejak seminggu lalu, kan kejadiannya juga sudah lama,” ucap Argo di lokasi yang sama. 

    Argo mengatakan keempat anggota tersebut dikenakan Pasal 368 KUHP ayat 1 mengenai pemerasan. Keempat anggota polisi tersebut terancam hukuman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

    Kasus penculikan WNA Inggris tersebut berawal ketika rekan Matthew melapor ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan LP/7002/X/2019/PMJ/Dit. Reskrimum, tanggal 31 Oktober 2019.

    "Pada tanggal 29 Oktober 2019, korban Matthew Simon Craib memberitahukan kepada pelapor jika yang bersangkutan akan bertemu dengan seseorang untuk urusan pekerjaan," kata Argo.

    Keesokan harinya, pada 30 Oktober, kata Argo, Craib sempat mengabari Vitri sedang dalam perjalanan pulang sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, Vitri mengaku bahwa Craib tidak kunjung datang.

    Selanjutnya, Vitri memperoleh kabar bahwa Craib diculik enam orang, di mana empat diantaranya disebutkan sebagai anggota Polri. "Korban diculik oleh orang yang tidak dikenal dan melibatkan anggota Polri dengan meminta tembusan uang sebesar USD 1 juta," kata Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.