Jaksa Agung Janji Tak Terlibat Politik di Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin muncul dalam doorstop mingguan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan pada Jumat, 25 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Jaksa Agung ST Burhanuddin muncul dalam doorstop mingguan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan pada Jumat, 25 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanudin menjanjikan tak akan terlibat dan tak akan membawa Kejaksaan Agung dalam aktivitas politik selama ia menjabat. Komitmen ini diberikan terlebih menjelang konstelasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

    "Gini, saya ini diangkat sebagai profesional. Tidak ada hubungannya dengan politik. Artinya saya tidak akan berpolitik di situ. Artinya saya tidak akan membawa kejaksaan ke arah politik," kata Burhanudin saat ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI, Gelora, Jakarta Pusat, Kamis, 7 November 2019.

    Burhanudin dipilih Jokowi untuk menjabat Jaksa Agung menggantikan Muhammad Prasetyo, yang merupakan politikus Partai Nasional Demokrat. Meski berlatar belakang di kejaksaan, pemilihan Burhanudin tetap menuai kontroversi. Terlebih hubungan darah yang ia miliki dengan TB Hasanudin, yang merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Meski begitu, Burhanudin menegaskan bahwa ia akan bekerja secara profesional. Ia pun mengatakan siap menindak anak buahnya yang ketahuan bermain di dunia politik. "(Kalau ada yang bermain) ya dijewer, lah," kata dia.

    Dalam rapat kerja dengan DPR pun, Burhanudin mengatakan sektor sumber daya manusia menjadi fokus program yang akan ia bangun selama menjabat. Ini merupakan rapat kerja pertama Burhanudin dengan Komisi III DPR.

    "Yang jelas perbaikan sumber daya manusia, itu yang utamanya. Sumber daya manusianya kami perbaiki, karena perlu pembenahanlah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.