Polri Putuskan Nasib Penembak Randi setelah Vonis Inkrah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa berjalan menuju gedung DPRD Sulawesi Tenggara untuk melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis 26 September 2019. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kendari tersebut menolak UU KPK hasil revisi dan pengesahan RUU KUHP. ANTARA FOTO/Jojon

    Mahasiswa berjalan menuju gedung DPRD Sulawesi Tenggara untuk melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis 26 September 2019. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kendari tersebut menolak UU KPK hasil revisi dan pengesahan RUU KUHP. ANTARA FOTO/Jojon

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan status keanggotaan Brigadir Abdul Malik, tersangka kasus tewasnya mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Kendari, akan diputuskan setelah pengadilan menjatuhkan putusan atas perkara pidananya.

    "Itu akan diputuskan setelah inkrah di pengadilan. Kan kami selalu menetapkan asas praduga tak bersalah," ujar Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan pada Kamis, 7 November 2019.

    Sejauh ini, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Brigadir Abdul Malik masih berstatus menjadi anggota polisi. Ia merupakan satu dari enam polisi yang sebelumnya berstatus terperiksa dan melanggar disiplin karena membawa senjata api saat mengamankan demonstrasi.

    Dalam demonstrasi pada 26 September 2019 itu, dua mahasiswa, yakni Randi dan Yusuf Kardawi, tewas. Randi meninggal karena luka tembak di dada kiri bawah ketiak dan tembus dada kanan. Hal ini dikuatkan dengan hasil autopsi dokter forensik. Sedangkan Yusuf Kardawi meninggal karena benturan benda tumpul di kepala. 

    Dari sekitar lokasi kejadian tewasnya Randi, polisi menemukan proyektil dan selongsong. Polri kemudian membawa proyektil dan selongsong itu ke Australia dan Belanda untuk dilakukan uji balistik.

    Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Umum Polri Komisaris Besar Chuzaini Patoppoi mengatakan, berdasarkan hasil uji balisitik, dua proyektil dan dua selongsong ditemukan identik dengan salah satu senjata api yang digunakan Brigadir Adam Malik ketika mengamankan aksi.

    "Dari hasil uji balistik ditemukan identik dengan senjata api jenis HS yang diduga digunakan oleh Brigadir AM," kata Patoppoi di Mabes Polri, Kamis, 7 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.