Menteri Fachrul Razi Ogah Cadar Jadi Ukuran Ketakwaan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi saat ditemui usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Jumat, 1 November 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Menteri Agama Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi saat ditemui usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Jumat, 1 November 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melarang pemakaian cadar. Hal itu diungkapkan Fachrul dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis, 7 November 2019.

    "Silakan pakai, saya tidak pernah melarang. Tapi, bagaimana keputusan instansi, itu urusan masing-masing," ujar Fachrul Razi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 7 November 2019.

    Menurut Fachrul, dirinya hanya tidak ingin cadar berkembang dengan alasan ukuran ketakwaan. "Karena ada imbauan-imbauan, kalau betul-betul muslimah, pakai cadar. Menurut kami, ini bahaya. Tidak ada kaitannya, orang harus seimbang melihat manusia," ujar Fachrul.

    Belakangan, pernyataan Fachrul mengenai cadar dan celana cingkrang menuai polemik. Komisi VIII yang membidangi agama memanggil Fachrul guna meluruskan pernyataannya agar tak meresahkan publik.

    Komisi VIII meminta Fachrul Razi berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataaan kontroversial. "Stop pernyataan kontroversi, Menteri Agama jangan masuk terlalu dalam dalam penafsiran beragama, biarkan penafsiran itu beragam," ujar anggota Komisi VIII Fraksi PKS, Ihsan Qolba Lubis.

    Anggota Komisi VIII dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq meminta Fachrul berhati-hati saat mengeluarkan pernyataan. "Ide partikuler sebaiknya tidak dilontarkan seorang Menag. Isu radikalisme misalnya, tidak ada kaitannya dengan cadar dan cingkrang. Kalaupun ada, itu oknum. Saya minta komunikasi politik itu diperbaiki," ujar Maman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.