Sinergi dengan Kementan, Ditjen PFM Tingkatkan Kualitas Pendamping

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemensos menggelar bimbingan teknis (bimtek) Pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dan Konsolidasi Penyaluran Bansos Tahun 2019 di Hotel Beston Palembang pada (5-8/11), diikuti 43 pendamping dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan 30 pendamping dari Muara Enim.

    Kemensos menggelar bimbingan teknis (bimtek) Pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dan Konsolidasi Penyaluran Bansos Tahun 2019 di Hotel Beston Palembang pada (5-8/11), diikuti 43 pendamping dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan 30 pendamping dari Muara Enim.

    INFO NASIONAL — Telah banyak program diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam upaya menangani kemiskinan. Yang teranyar, Kemensos menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

    Kolaborasi dua kementerian tersebut dilakukan demi pengentasan daerah rentan rawan pangan. Kolaborasi diarahkan pada kegiatan peningkatan sinergi program daerah, pertukaran data dan informasi daerah rawan pangan dan stunting, konvergensi pencegahan dan penurunan stunting, serta melaksanakan program di daerah rentan rawan pangan dan stunting secara terpadu.

    Dengan adanya kesepakatan tersebut, dibutuhkan pengembangan terhadap para pendamping. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos menggelar bimbingan teknis (bimtek) Pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dan Konsolidasi Penyaluran Bansos Tahun 2019. 

    Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Beston Palembang pada 5-8 November 2019 itu, diikuti oleh 43 pendamping dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan 30 pendamping dari Muara Enim.

    Direktur Jenderal (Dirjen) PFM, Andi ZA Dulung, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan serta ketrampilan teknis tenaga pendamping. Diharapkan, para pendamping mampu membantu menjalankan program pengentasan kemiskinan.

    "Meningkatkan peran pendamping dalam mendampingi penerima bantuan program KUBE Bekerja dalam upaya meningkatkan usaha, kemandirian, serta melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang ada," kata Dirjen PFM Andi, dalam keterangan tertulisnya.

    Dirjen PFM Andi optimistis melalui bimtek, program dan rencana kerja Kemensos akan tersampaikan dengan baik kepada para pendamping untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat. 

    "Saya menilai bahwa kegiatan ini merupakan langkah tepat untuk menghasilkan pendamping profesional dan kompeten, untuk melakukan pendampingan dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Republik ini," ujar Dirjen PFM Andi.

    Pada kegiatan bimtek tersebut, Ditjen PFM mengundang pemateri yang berasal dari Kemensos dan Kementan. Mereka adalah Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I dan lainnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.