Pratikno Jadi Ketua Tim Internal Seleksi Dewan Pengawas KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan Fadjroel Rachman, mengatakan Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjadi ketua tim internal yang melakukan seleksi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi.

    "Sementara ini di bawah Pak Pratikno. Semua prosesnya di bawah Pak Pratikno," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

    Fadjroel mengatakan proses penggodokan calon-calon Dewan Pengawas KPK di bawah koordinasi Pratikno. Tahapannya dimulai dengan mengundang sejumlah tokoh masyarakat yang kompeten di bidangnya untuk diminta pendapat. "Ada orang yang dimintai nasihat, ada orang yang menyampaikan melalui Setneg atau secara langsung ke Presiden," ujarnya.

    Menurut Fadjroel, kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi Dewan Pengawas KPK merujuk pada UU KPK yang baru, yaitu berusia 55 tahun dan berpendidikan minimal S-1. Tak jauh beda dengan pemilihan komisioner, calon Dewan Pengawas KPK juga harus memiliki kualifikasi pendidikan di bidang hukum, keuangan, dan perbankan.

    "Presiden mengatakan bahwa kita akan memilih yang betul-betul kredibel, terbaik, kompeten, dan profesional," katanya.

    Sebelumnya, Jokowi mengatakan pengangkatan Dewan Pengawas KPK tidak akan melalui mekanisme panitia seleksi sesuai dengan Pasal 69 A ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Meski tak melalui pansel, Jokowi memastikan orang-orang yang dipilih sebagai Dewan Pengawas memiliki kredibilitas yang baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.