Kasus Suap Kepala Daerah, Ini Saksi-saksi yang Dipanggil KPK

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suap

    Ilustrasi suap

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberintasan Korupsi memanggil saksi-saksi untuk kasus suap di Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Indramayu. Berikut beberapa agenda pemanggilan saksi-saksi KPK pada Kamis 7 November 2019.

    1. Suap Dinas PUPR dan DInas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara
    Eks Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo pada Kamis 7 November 2019 ini dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Lampung Utara nonaktif Agung Ilmu Mangkunegara dan mantan Sekretaris Daerah Lampung Utara Syamsir. "Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AIM," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

    KPK telah menetapkan Agung dan lima orang lainnya sebagai tersangka, yakni Raden Syahril (RSY) yang merupakan orang kepercayaan Agung, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin (SYH), Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri (WHN) seta dua orang dari unsur swasta masing-masing Chandra Safari (CHS) dan Hendra Wijaya Saleh (HWS).

    Dalam konstruksi perkara disebut bahwa Agung menerima suap sekitar Rp1,2 miliar.Untuk Dinas Perdagangan, diduga penyerahan uang kepada Agung oleh Hendra pada Wan Hendri melalui Syahril. Saat OTT, KPK menemukan barang bukti uang Rp200 juta. Agung diduga telah menerima uang beberapa kali sekitar bulan Juli 2019 sebesar Rp600 juta, sekitar akhir September 2019 sebesar Rp50 juta, dan pada 6 Oktober 2019 sebesar Rp350 juta.

    2. Suap terkait Pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2019.

    Sembilan saksi dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Bupati Indramayu nonaktif Supendi. Tersangka lain kasus ini adalah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMS), Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono (WT), dan Carsa AS (CAS) dari unsur swasta.

    Menurut Febri, mereka adalah Direktur BPR Karya Remaja Indramayu Sugiyanto, Sudirjo seorang sopir, Haidar Samsayail ajudan dari Supendi, staf Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Ferry Mulyadi, Masdi dari unsur swasta. Saksi lainnya adalah Perwakilan CV Karya Bima Iin Dewi Kuraesin, perwakilan PT Sumber Mega Utama Rudy Indra Prasetyo, perwakilan CV Inka Abadi Sunarti, dan perwakilan PT Alfindo Wijaya Mandiri Noory Hidayat.

    Supendi, Omarsyah, dan Wempy diduga sebagai pihak penerima suap dari Carsa. Supendi diduga menerima total Rp200 juta, yaitu Mei 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk THR, 14 Oktober 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit dan pembayaran gadai sawah.

    Omarsyah diduga menerima uang total Rp350 juta dan sepeda dengan rincian dua kali pada Juli 2019 sejumlah Rp150 juta, dua kali pada September 2019 sejumlah Rp200 juta, dan sepeda merk NEO dengan harga sekitar Rp20 juta.

    Wempy diduga menerima Rp560 juta selama lima kali pada Agustus dan Oktober 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.