Sedang di Jepang, Megawati Belum Pasti Hadir di Kongres NasDem

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden kelima Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) meninggalkan ruangan usai menghadiri Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden kelima Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) meninggalkan ruangan usai menghadiri Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku sudah menyampaikan undangan Kongres Partai NasDem kepada ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. Namun Hasto belum memastikan Mega akan hadir lantaran saat ini tengah berada di Jepang.

    "Undangannya sudah kami sampaikan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri. Saat ini beliau sedang berada di Jepang," kata Hasto ditemui seusai HUT Partai Golkar ke-55 di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu malam, 6 November 2019.

    Hasto mengatakan Megawati sedang berada di Negeri Sakura itu untuk kegiatan pribadi. Dia belum merinci kapan Mega akan kembali. Menurut Hasto, Presiden RI ke-5 itu mungkin hadir Kongres Nasdem jika memang sudah kembali ke Tanah Air.

    "Nanti kalau beliau hadir (pulang) lebih awal ya tentu biasanya Ibu hadir, tapi beliau masih di Jepang," ujarnya.

    Kongres NasDem akan digelar pada 8-11 November 2019 ini di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejumlah tokoh akan diundang menghadiri acara tersebut, mulai dari para ketua umum partai politik hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    DPP Partai NasDem Taufik Basari mengatakan, kongres itu sekaligus akan kembali mengukuhkan Surya Paloh menjadi ketua umum. "Kalau dari pandangan-pandangan yang sekarang beredar di berbagai wilayah, provinsi, termasuk dari DPP, ya sepertinya kami masih membutuhkan sosok Surya Paloh untuk memimpin Partai NasDem ini," kata Taufik kepada wartawan, Selasa, 5 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.