Hasto Sebut Laporan Dewi Tanjung Soal Novel Tak Terkait PDIP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto angkat bicara soal politikus PDIP Dewi Tanjung yang melaporkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke kepolisian. Hasto awalnya mengakui belum mengetahui pelaporan itu karena tengah berfokus mengurus pemilihan kepala daerah 2020.

    "Saya tidak tahu kalau ada yang melaporkan ya. Saya pribadi sebagai sekjen konsentrasinya sedang fokus ke pilkada dan konsolidasi internal," kata Hasto di The Sultan Hotel, Jakarta seusai HUT Golkar ke-55, Rabu malam, 6 November 2019.

    Hasto mengakui Dewi Tanjung sebelumnya merupakan calon legislator dari PDIP. Namun dia mengatakan pelaporan itu merupakan sikap pribadi Dewi dan tak berkaitan dengan partai.

    "Dewi Tanjung dia menjadi salah satu caleg (PDIP) tapi apa yang dilakukan tidak terkait dengan partai," ujarnya.

    Dia menegaskan pelaporan itu juga bukan instruksi dari PDIP. Hasto juga berujar, anggota PDIP biasa menyuarakan pendapatnya. Hasto pun menyebut pandangan itu berpijak pada apa yang ada di masyarakat.

    "Berkaitan hal tersebut itu merupakan pribadi ya dari Dewi Tanjung," kata Hasto.

    Dewi Tanjung sebelumnya melaporkan Novel Baswedan ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Dewi menuding Novel melakukan rekayasa dalam kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK itu yang terjadi April 2017.

    Dewi menilai terdapat banyak kejanggalan dalam kasus itu, seperti efek dari air keras yang hanya merusak bagian mata Novel. Dia merujuk pada video-video yang memperlihatkan mata Novel seperti tak terluka. Menurut dia, dampak dari air keras seharusnya juga merusak hingga bagian pipi.

    Novel Baswedan sebelumnya telah menjelaskan mengapa matanya tampak seperti tak terluka di video itu. Ia mengatakan video itu diambil sebelum menjalani operasi mata osteo odonto keratoprosthesis, metode operasi bagi pasien dengan cidera kornea.

    Novel menjalani operasi di Singapore National Eye Centre pada 17 Agustus 2017. Operasi dilakukan untuk membersihkan mata dari katarak dan menyedot cairan glukoma di bola mata yang terluka. Kemudian, dilanjutkan dengan mencabut dan meleburkan satu gigi, serta memotong dan mencabut gusi yang digunakan untuk melapisi mata.

    Novel Baswedan menuturkan bila orang melihat kondisi matanya sebelum operasi, pasti akan menganggap matanya baik-baik saja, tidak berwarna merah seperti sekarang dan bening seperti kelereng. "Tapi sebenarnya selnya justru sudah banyak yang mati dan fungsi melihatnya sangat kurang," kata dia ketika dihubungi Selasa, 5 November 2019.

    Ihwal pelaporan dirinya ke polisi, Novel menanggapi singkat. "Pelapornya mau ngerjain polisi barangkali. Cari sensasi," kata Novel kepada Tempo, Rabu 6 November 2019.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ROSSENO AJI | HALIDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.