Jokowi Sindir Surya Paloh Bertemu PKS, Hasto PDIP: Gojekan Khas

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi hanya bergurau saat menyinggung pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman. Hasto berujar dia tak menganggap Jokowi sedang menyindir Surya Paloh.

    "Saya maknai bukan sebagai sindirian, tapi itu gojekan (guyonan) khas ala Pak Jokowi," kata Hasto seusai menghadiri HUT Golkar ke-55 di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

    Hasto menilai pernyataan Jokowi dalam sambutannya di HUT Golkar itu sebagai hal biasa. Menurut dia, Jokowi hanya menyampaikan ice breaker agar suasana perayaan HUT Golkar itu akrab dan cair.

    "Kita lihat semuanya tertawa. Pak JK (mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla) juga kelihatan happy, semuanya kelihatan happy. Ini ulang tahun enggak ada sindir-sindiran," kata Hasto.

    Selain itu, dia berujar pertemuan Surya Paloh dan PKS itu juga dianggap sebagai komunikasi antarpartai politik saja. "Kan Pak Surya Paloh menyatakan apa-apa yang dilakukan adalah bagian dari dialog."

    Jokowi sebelumnya menggoda Surya Paloh saat memberikan sambutan di acara HUT Partai Golkar ke-55. Jokowi mula-mula menyapa para tamu-tamu yang hadir seperti mantan wakil presiden Jusuf Kalla, dan para tokoh senior Golkar.

    "Para Ketua Umum partai yang hadir. Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini lebih cerah dari biasanya. Sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

    Menurut Jokowi, wajah Surya yang terlihat lebih cerah karena habis berangkulan dengan Sohibul. Jokowi menilai rangkulan itu tidak seperti biasa.

    "Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," ucap mantan gubernur DKI Jakarta ini.

    Jokowi bercerita telah menanyakan maksud pertemuan Surya dengan petinggi partai oposisi pemerintah ini saat keduanya bertemu di ruang tunggu. "Saya tanya ada apa tapi jawabnya lain waktu. Saya tanya dong karena beliau masih di koalisi pemerintah," ucap dia.

    Surya dan Sohibul bertemu pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Usai bertemu keduanya mengekspresikan kedekatannya dengan berangkulan.

     

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.