Tito Limpahkan PR Ledakan Pangkat Kombes ke Idham Azis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian bersama Kapolri baru Jenderal Idham Aziz menaiki mobil sambil melakukan pengecekan pasukan sebelum digelarnya upacara serah terima jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di lapangan Mako Brimob Polri, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian bersama Kapolri baru Jenderal Idham Aziz menaiki mobil sambil melakukan pengecekan pasukan sebelum digelarnya upacara serah terima jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di lapangan Mako Brimob Polri, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal (Purn) Tito Karnavian meminta maaf kepada para anggota polisi angkatan 1983 terkait ledakan jabatan komisaris besar (kombes).

    Permintaan maaf itu disampaikan Tito dalam upacara serah terima jabatan Kepala Kepolisian RI kepada Jenderal Idham Azis. Saat itu, ia tengah bercerita perihal sejumlah masalah yang dihadapi selama menjabat. 
     
    "Saya hadapi persoalan internal yaitu ledakan kombes. Ini yang berkali-kali saya sampaikan ke teman-teman. Saya enggak tahu ada senior atau tidak, kalau ada senior saya minta maaf kalau ada salah," kata Tito di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok pada Rabu, 6 November 2019.
     
    Tito bercerita, ledakan jabatan komisaris besar mulai sejak angkatan 1983 hingga 1988. Apalagi di angkatan 1988, kata dia, ada lebih dari 400 orang yang lulus pendidikan tinggi jenderal. Alhasi, saat ini ada 1.500 anggota yang menjabat sebagai komisaris besar. "Ini yang membuat saya jujur cukup pusing sampai hari ini," ujar Tito.
     
    Kini Tito pun menyerahkan 'kepusingan' itu ke penggantinya, Idham Azis. "Saya serahkan pusing saya ini ke Pak Idham, iya karena enggak bisa memuaskan semua orang," kata dia.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.