Kata Istri Soal Serangan di Media Sosial ke Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan menaiki kursi roda di sebuah rumah sakit di Singapura, pada 2017. Novel menjalani sejumlah operasi mata di Singapura akibat disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Istimewa

    Penyidik KPK Novel Baswedan menaiki kursi roda di sebuah rumah sakit di Singapura, pada 2017. Novel menjalani sejumlah operasi mata di Singapura akibat disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri Penyidik KPK Novel Baswedan, Rina Emilda mengatakan dirinya dan keluarga menanggapi dengan santai berbagai isu rekayasa penyiraman air keras yang kini beredar di media sosial.

    "Orang mau ngomong apa, terserah. Enggak terganggu. Malah santai. Itu yang jadi ladang pahala. Positifnya diambil," kata Rina kepada Tempo, Rabu 6 November 2019.

    Rina mengatakan, suaminya juga bersikap tenang. Keluarga juga menganggap berbagai tudingan merupakan risiko. "Kata bang Novel, udah biarin orang mau ngomong apa. Kalau berbuat baik pasti banyak yang enggak suka," ujarnya.

    Rina mengaku sudah membaca sejumlah tudingan yang diutarakan warganet di media sosial. Hal itu ditunjukkan oleh kerabat dan keluarga kepadanya. Namun Rina menyebut justru dia dan Novel lah yang menenangkan kekhawatiran mereka.

    "Saya baca. Mereka menyayangkan berita kayak gitu. Saya dan bang Novel yang nenangin. Malah mereka bilang, gila nih ada berita kayak gitu, biarin aja," kata Rina.

    Media sosial belakangan ramai dengan pembicaraan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Drone Emprit membaca ada beberapa akun yang bernada negatif terhadap Novel. Seperti, @Eko_Kunthadi, @03_Nakula, dan @Ary_Prasetyo. Peneliti dan analis Drone Emprit Hari Ambari, mengatakan narasi yang dibawa akun-akun ini termasuk yang paling banyak disebarkan ulang (retweet).

    Gong serangan terhadap Novel dimulai ketika akun @AdellaWibawa dan @Triwulan mencuit tudingan bahwa serangan ini rekayasa. "Mata Novel Baswedan saat baru ditayangin di NET TV 18 april 2017..!?dia kaget dg tiba2 kemunculan wartawan NET, liat matanya dan pipi mulus pdhl baru kasus penyiraman," tulis si empunya akun itu pada 4 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.