300 Kader NasDem Sumut ke Jakarta, Dukung Surya Paloh Jadi Ketua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 300 kader Partai NasDem Sumatera Utara akan datang ke Jakarta. Mereka akan ikut meramaikan perayaan Ulang Tahun NasDem sekaligus kongres yang digelar 8-11 November 2019.

    Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST mengatakan para kader di wilayahnya tetap akan mendukung Surya Paloh sebagai Ketua Umum.

    Alasannya, selain dinilai berprestasi menyatukan seluruh elemen dalam partai. Surya Paloh juga berhasil membawa NasDem masuk dalam empat besar
    partai dengan perolehan kursi terbanyak di parlemen pada pemilu lalu.

    “Dari 36 kursi jadi 59 kursi di DPR RI. Kami rasa masih bisa ditingkatkan kalau beliau kembali jadi ketua umum," kata Iskandar kepada Tempo, Rabu, 6 November 2019.

    Sebanyak 300-an kader NasDem yang datang ke Jakarta itu berasal dari 33 kabupaten dan kota di Sumut. Mereka merupakan anggota dewan dan para kepala daerah yang akan menghadiri kongres tersebut. Tujuannya, memberi dukungan agar Surya Paloh kembali menjadi orang nomor satu di partai ini.

    “Kami melihat Pak Surya Paloh bisa menyatukan semua keberagaman di NasDem, pengalamannya tidak diragukan lagi," kata Iskandar.

    Pengalaman ini, kata Iskandar, yang akan dibawa pada Pemilu 2024 dengan target Partai NasDem jadi pemenang. Iskandar yakin, di bawah komando Surya Paloh bisa meraih semua target. Kalau sekarang 59 kursi, jika jadi pemenang harus 120 kursi lebih. Syaratnya, kata dia, cuma Surya Paloh dua periode dan kerja keras seluruh kader.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.