Tito Karnavian Serahkan Tongkat Komando Kapolri ke Idham Pagi Ini

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komjen Pol Idham Azis saat dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 1 November 2019. Idham menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang telah dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri. TEMPO/Subekti

    Komjen Pol Idham Azis saat dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 1 November 2019. Idham menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang telah dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Tongkat komando kepemimpinan Kepala Kepolisian RI Jenderal (Purn) Tito Karnavian akan diserahkan secara resmi kepada Jenderal Idham Azis hari in, Rabu 6 November 2019. Upacara upacara serah terima jabatan Bhayangkara 1 itu dilakukan di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

    Kegiatan yang mengusung tema 'Pengabdian Bhayangkara Sejati untuk Indonesia Maju' ini memiliki tiga rangkaian acara. Tiga rangkaian acara tersebut adalah Upacara Serah Terima Panji-Panji Kepolisian Negara Republik Indonesia Tribrata, Tradisi Pengantar Tugas, dan Tradisi Pelepasan.

    "Hari ini acara resmi dilaksanakan tiga agenda. Serah panji-panji Kapolri dari bapak Tito ke bapak Idham, pisah sambut dan tradisi pelepasan Jendral (Purn) Tito dari Kapolri ke Mendagri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

    Acara ini juga akan dihadiri para mantan kapolri, Panglima TNI, juga dari Kementerian dan lembaga pemerintah.

    Idham Azis setelah menerima tongkat komando akan memimpin korps baju coklat ini hingga pensiun pada Februari 2021.

    Idham sebelumnya menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Ia dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.