Analis Twitter Paparkan Penyebaran Isu Rekayasa Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    Seorang pegawai KPK yang menemani Novel selama perawatan menceritakan detik-detik ketika video di media sosial itu diambil. Ia menyebutkan video itu diambil Wartawan Net TV di lobi Singapore National Eye Center (SNEC), sekitar 19 April 2017. Novel, kata dia, keluar dari ruang perawatan untuk mengecek kondisi matanya setiap hari di SNEC. "Ketika itu wartawan menunggu NB di depan lift," katanya.

    Sebelum dirawat di SNEC, kata pegawai ini, Novel telah menjalani pemeriksaan di Singapore General Hospital. Pada 14 April 2017, tim dokter SGH Burn Unit, Plastic Surgery dan Otolaryngology alias THT berhasil membersihkan luka bakar di bagian wajah Novel. Lalu, pada 15 April 2017, tim dokter lainnya membersihkan residu air keras di saluran pernapasan eks perwira polisi ini. "Novel sempat mengeluh sesak nafas, setelah dicek terdapat luka bakar di rongga hidung," kata dia.

    Menurut pegawai ini pula, kondisi mata Novel ketika itu mengalami luka bakar di hampir seluruh selaput pelindung kornea. Dokter sempat mengambil opsi menunggu proses pertumbuhan selaput mata dengan memberikan obat tetes secara rutin untuk memacu pertumbuhan.

    Namun, cara itu tidak berhasil memulihkan penglihatan penyidik yang kerap menangani kasus besar ini. Sehingga pada 19 Agustus 2017, tim dokter melakukan operasi OOKP tahap pertama.

    Ia menunjukan foto kondisi Novel seusai menjalani operasi tersebut. Berbeda dengan kondisi matanya seperti di video, dalam foto itu kedua mata Novel berwarna merah. Mata kiri Novel--yang menjadi organ yang paling parah mengalami kerusakan--tampak membengkak hingga bagian hitam bola matanya tidak nampak.

    Laporan medis Novel Baswedan dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura, pada 26 Mei 2017 menegaskan bahwa kondisi mata Novel tidak baik-baik saja. Laporan medis itu menuliskan ada luka bakar ringan sampai sedang pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat. Cedera kimiawi melibatkan kedua mata. "Ketajaman visualnya masing-masing adalah 6/24 dan 6/15 pada mata kanan dan kiri," tulis laporan medis itu.

    Catatan redaksi: Judul berita ini telah diubah pada Rabu, 6 November 2019 pukul 13.22 WIB untuk menyesuaikan dengan isi berita. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.